Kata bahkan dan malahan mempunyai fungsi dan pola pemakaian yang sama dalam bahasa Indonesia. Kedua kata itu dapat digunakan sebagai penghubung intrakalimat dan dapat pula digunakan sebagai penghubung antarkalimat.
Sebagai penghubung intrakalimat, kata itu berposisi di antara bagian pertama dan bagian kedua yang tiap bagian itu dapat berupa kata, frase, atau klausa, sedangkan sebagai penghubung antarkalimat, kata itu berposisi di awal kalimat pada bagian kedua.
Pada kalimat (1) di bawah ini, kata malahan berfungsi sebagai penghubung intrakalimat, sedangkan pada kalimat (2) kata itu berfungsi sebagai penghubung antarkalimat.
(1) Beratus-ratus tahun, beribu-ribu tahun, beribu-malahan ribu tahun, kuda merupakan alat angkut yang paling cepat. Bahkan,
(2) Ia tega mengurung anak itu. Bahkan juga tega membunuhnya.
Baik sebagai penghubung intrakalimat maupun antarkalimat, kedua kata itu menyatakan bahwa bagian kedua lebih tinggi intensitasnya daripada bagian pertama. Pada kalimat (1) beribu-ribu lebih tinggi nilai jumlahnya daripada beratus-ratus, dan pada kalimat (2) membunuh lebih tinggi tingkat kesadisannya daripada sekadar mengurung.
Sebagai penghubung intrakalimat, bahkan dan malahan seringkali bersifat manasuka kehadirannya. Kehadirannya berfungsi sebagai penegas.
(3) Ia sangat mengasihi dan menyayangi umatnya, bahkan yang paling hina sekalipun.
Kata bahkan dan malahan dapat digunakan sebagai penghubung antarklausa dalam kalimat majemuk. Perhatikanlah contoh berikut.
(4) Ia membeli semua pakaian, tidak membedakan, malahan warna dan ukurannya.
(5) Mereka tidak mematuhinya beramai-ramai, bahkan melanggar peraturan itu.
Dalam satuan paragraf, kedua kata itu dapat merangkaikan pengertian yang telah diungkapkan dalam beberapa kalimat sebelumnya dengan kalimat yang diawali dengan kata itu. Perhatikan contoh berikut!
Setelah sekian tahun lamanya, ia benar-benar menyesali tindakannya. Berulang kali ia menangis dalam tidurnya. Setiap hari kerjanya hanyalah meratapi kesalahan demi kesalahan yang pernah dibuatnya. Bahkan, ia pernah pula mencoba mengakhiri hidupnya.
Secara mudah, ia menolak usulan anak buahnya. Karena itu, ia beberapa kali diperingatkan oleh atasannya. Tahun ini secara resmi ia diberhentikan dari tugasnya. Malahan, beberapa anak buahnya masih terus mengancamnya.
Karena fungsinya sebagai penghubung antarkalimat atau intrakalimat, pemakaian bahkan dan malahan pada akhir kalimat hendaknya dihindari, terutama di dalam ragam tulis resmi. Jadi, kalimat seperti di bawah ini tidak benar.
Karena sangat marah, ia pernah memukul mukanya sendiri bahkan. Pekerjaannya tidak ada yang betul malahan.[]