TERKINI
GAYA

Bahasa Mantra Aceh

Meski demikian, ada pawang atau dukun yang menguasai neurajah yang isinya bahasa berbeda dengan yang dimiliki si pawang atau dukun.

M FAJARLI IQBAL Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 8.1K×

Neurajah atau dikenal dengan istilah mantra (walaupun sebenarnya tidak dapat disamakan antara neurajah dan mantra) tidak dikuasai oleh semua orang Aceh. Hanya pawang atau dukun yang punya kemampuan untuk itu. Pawang atau dukun memiliki latar belakang bahasa yang berbeda dan mereka menguasai mantra sesuai dengan latar belakang bahasanya itu.

Meski demikian, ada pawang atau dukun yang menguasai neurajah yang isinya bahasa berbeda dengan yang dimiliki si pawang atau dukun. Dukun atau pawang yang mampu berbahasa Aceh, misalnya, selain mampu menggunakan neurajah berbahasa Aceh, juga dapat menggunakan neurajah berbahasa Arab atau berbahasa Kluet dan Jamee.

Seperti para pawang atau dukun di daerah Kluet, Aceh Selatan, di daerah ini mereka menggunakan neurajah berbahasa Aceh, Arab, Indonesia, Jamee, dan Kluet. Hal ini pernah ditulis oleh Hendri Azhar dalam penelitiannya, Jenis dan Fungsi Neurajah dalam Masyarakat Kluet.

Berdasarkan penelitiannya, bahasa-bahasa yang saya sebutkan di atas digunakan secara bervariasi dalam neurajah. Ada neurajah yang seluruhnya menggunakan satu bahasa, ada juga yang di dalamnya terdapat beberapa bahasa.

Neurajah Sakit Bisa berikut ini, misalnya, menggunakan bahasa Arab secara keseluruhan.

Bismillahhi syafi

Bismillahhi khafi

Bismillahhi ma’afi

Bismillahhi hilmi

Bismillahhi ‘ala mafissamawati wal ardhi

Adapun neurajah Penunuléh berikut ini menggunakan dua bahasa, yaitu Arab dan Aceh.

Neupeupuléh ya Allah

Neupeupuléh ya Rasullullah

Beureukat do’a si raja puléh

Puléh roh puléh kalam

Puléh di lua puléh di dalam

Puléh ‘aras puléh kursi

Muhammad pulang Allah nyang puléh

Beureukat do’a si pulang puléh

Neupeupuléh ya Allah

Neupeupuléh ya Rasulullah

Beureukat laila haillallah

Selain Arab dan Aceh, ada juga neurajah yang memakai tiga bahasa seperti neurajah Sakit Perut berikut.

Bismillahirrahmanirrahim

Hé alu kapialu

Manungkuy di ujung galang

Kutung kutung kutang kutang

Sida linggit sida linggang

Putusy putusy galang galang

Mati diimpit tangan limo

Teutap rajo galang galang

Beureukat kalimah laila haillallahu

Neurajah tersebut menggunakan bahasa Aceh (teutap, beureukat), Jamee (alu, di ujung galang, putusy putusy, diimpit, limo, rajo), Indonesia (mati, tangan). Di antara ketiga bahasa itu, bahasa Jameelah yang paling dominan digunakan.

Ada lagi neurajah yang menggunakan empat bahasa, yaitu Neurajah Peureukat II berikut.

Bismillahirrahmanirrahim

He runga runci tertutup tiada tergunci

Terbuka tiada berpintu

Allah yang menutup

Muhammad yang menutup

Beureukat laila haillallah

Empat bahasa yang dipakai dalam neurajah itu adalah bahasa Kluet, Aceh, Indonesia, dan Arab.[]

 

 

 
 
M FAJARLI IQBAL
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar