BANDA ACEH – Koordinator Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang juga anggota tim Perundingan GAM di Helsinki, Finlandia, Bachtiar Abdullah mengajak masyarakat, Milad GAM yang ke-39 tujuannya untuk mengenang jasa para syuhada yang gugur di masa konflik Aceh.
Kemarin kita masih bisa bersama-sama merayakan hari ulang tahun GAM yang ke-39 di seluruh dunia dengan cara masing-masing dan menurut tempat serta keadaan. Kita sambut hari bersejarah ini dengan tujuan untuk mengenang kembali perjuangan rakyat Aceh dan para syuhada yang telah gugur ketika konflik antara GAM dan RI yang berakhir dengan perjanjian perdamaian MoU di Helsinki 10 tahun yang lalu, tulis Bachtiar dalam siaran pers yang diterima Waspada Online, Sabtu (5/12).
Bersamaan dengan ini juga, lanjutnya, mari kita sama-sama memanjatkan doa kepada Allah semoga orang-orang yang terkena imbas selama konflik di Aceh diberikan kesabaran dan ketabahan kita berharap agar mereka selalu tawaqal dalam menghadapi segala cobaan.
Tak lupa pula kepada mereka yang kehilangan orang yang disayang, kita berdoa semoga saudara kita yang telah lebih dahulu menghadap Ilahi agar diluaskan kuburnya dan ditempatkan bersama para Aulia dan para Anbiya, tulisnya lagi.
Perjuangan ini, tulis Bachtiar, tidak selesai dengan hanya menandatangani perdamaian saja. Karena perjanjian perdamaian itu adalah permulaan dari pekerjaan yang lebih besar di hadapan kita saat ini yang telah memasuki ajang perjuangan politik yang sangat kompleks dan rumit, yang penuh dengan rintangan, tantangan dan cabaran.
Kalau dulu kita berperang dengan senjata dan dengan mudah kita bisa tau siapa musuh kita, tapi dalam konteks perjuangan politik kita tidak tau siapa lawan dan siapa kawan sehingga kalau kita lalai maka kehancuran akan menimpa kita bangsa Aceh yang mulia, ulas Bachtiar.
Dalam siaran pers tersebut, Bachtiar juga menjelaskan bahwa pada hari kemarin, GAM telah mengambil dan telah komit dengan perdamaian dan harus diketahui bahwa pegangan kita adalah perjanjian MoU di Helsinki. Bagi kita, cara memperjuangkan seluruh isi dari MoU adalah dengan mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan rakyat Aceh daripada kepentingan peribadi atau kelompok, tukas Bachtiar.