BANDA ACEH – Banyak daerah lain di dunia, peninggalan sejarahnya adalah istana, atau bangunan-bangunan. Untuk Aceh, sangat unik, salah satu peninggalan sejarah yang menunjukkan kedahsyatan endatu kita adalah batu nisan. Batu nisan Aceh tersebar di seluruh Nusantara.
Demikian kata politisi Aceh, Munawar Liza Zainal, di Banda Aceh, Senin 8 Mei 2017. Munawar mengatakan, batu nisan Aceh mempunyai keistimewaan yang luar biasa, dari design, tulisan, maupun bentuknya adalah karya seni yang tinggi, lahir dari sebuah peradaban yang besar.
“Saya sangat menghargai upaya pelestarian sejarah ini, sangat menghargai upaya pameran nisan Aceh di Museum Aceh. Hal ini sekaligus menjadi jembatan yang meneruskan lembaran sejarah dari sebuah generasi ke generasi selanjutnya. Mari kita semua berpartisipasi,” kata Munawar yang di masa dulu seorang tokoh GAM ini.
Munawar mengatakan, pameran batu nisan Aceh, perlu dibuat setiap tahun, supaya terpelihara ingatan masyarakat tentang pentingnya warisan budaya.
“Pameran batu nisan Aceh, mungkin perlu diadakan setahun sekali. Tetapi harus juga ada kegiatan-kegiatan lain yang serupa sepanjang tahun. Ini acara penting,” kata Munawar yang juga pernah menjabat sebagai Wali Kota Sabang selama satu periode.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Museum Negeri Aceh bersama Mapesa (Masyarakat Peduli Sejarah Aceh) dan BPCB mengadakan Pameran bertema ''Batu Nisan Aceh – Dan Sumbangannya Bagi Pengetahuan Sejarah Kebudayaan dan Peradaban Islam di Asia Tenggara”, di Museum Aceh, 9-16 Mei 2017.
Pameran ini direncanakan akan dibuka oleh Gubernur Aceh dan dihadiri PYM Wali Nanggroe serta tamu-tamu penting lainnya. Panitia menargetkan pameran selama enam hari tersebut akan dikunjungi oleh sekira dua puluh ribu pengunjung.
Sebelumnya, Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyatakan segera mengeluarkan peraturan gubernur (Pergub) tentang Batu Nisan Aceh, dan mendaftarkan benda warisan dunia Islam dari peradaban Aceh tersebut di UNESCO sebagai benda warisan budaya dunia.[]
