DARI sekian banyak sebab yang dapat mendatangkan kita kepada siksa kubur, salah satunya adalah tidak beristinja setelah kencing, ghibah dan namimah. Berikut ini penjelasannya berdasarkan riwayat yang telah banyak disampaikan.
a. Dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda saat melewati dua buah kuburan, “Kedua mayat ini sedang disiksa. Keduanya tidak disiksa karena dosa besar. Salah satunya disiksa karena tidak beristinja setelah kencing dan yang lain disiksa karena selalu mengadu domba (namimah).”
Kemudian Rasulullah mengambil sebuah pelepah kurma basah dan membaginya menjadi dua, masing-masing ditancapkan pada dua kuburan tersebut. Para sahabat bertanya, “Kenapa engkau berbuat begitu?” Rasulullah menjawab, “Barangkali bisa meringankan siksa keduanya selama belum kering,” (HR. Nasai).
Hadits tersebut diriwayatkan dengan berbagai sanad, di antaranya dikutip al Khallal dari Abu Hurairah RA, “Sementara yang lain selalu menjelekkan orang lain dengan lisannya dan mengadu domba.”
Juga yang dikutip Thabrani dari Aisyah, Anas bin Malik dan Ibnu Umar serta dikutip Abu Yula dari Jabir, “Salah satunya selalu mengghibah orang lain.”
Al-Astram juga mengutip riwayat Abu Umamah, “Orang-orang mengatakan, Wahai nabi, hingga kapan mereka akan disiksa? Rasulullah menjawab, Ini adalah hal ghaib yang hanya diketahui oleh Allah. Kalau hati kalian tidak berbeda-beda dan kalau bukan karena pembicaraan kalian yang bermacam-macam, kalian pasti akan mendengar seperti yang sedang aku dengar.”
b. Aisyah RA pernah bercerita, “Ada seorang wanita Yahudi yang menemuiku seraya berkata, Siksa kubur itu karena air kencing. Aku pun menanggapinya, Bohong engkau. Dia berkata kembali, Aku tidak berbohong, nanti kita pun akan menarik kulit dan pakaian karena siksa tersebut. Tiba-tiba Rasulullah keluar untuk menunaikan shalat, sementara pembicaraan kami terdengar semakin keras.
Rasulullah bertanya, Ada apa ini? Akupun memberitahukan apa yang telah dikatakan wanita Yahudi tersebut. Rasulullah berkata, Wanita tersebut memang benar. Sejak itu Rasulullah tidak pernah shalat lagi kecuali selalu membaca doa usai shalat berikut, Ya Tuhan, Jibril, Mikail dan israfil, lindungilah aku dari panasnya neraka dan siksa kubur,” (HR. Nasai).