TERKINI
BAHASA

Asal Usul Simbol Perdamaian dan Simbol Oke

Simbol Perdamaian atau yang dikenal dengan Peace ditemukan pada tahun 1958. Simbol itu digunakan untuk memprotes penggunaan nuklir. Simbol itu merupakan kombinasi dari sinyal semaphore…

M FAJARLI IQBAL Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 3.7K×

Simbol Perdamaian atau yang dikenal dengan Peace ditemukan pada tahun 1958. Simbol itu digunakan untuk memprotes penggunaan nuklir. Simbol itu merupakan kombinasi dari sinyal semaphore untuk huruf “N” dan “D” yang berarti “Perlucutan Nuklir.”

Dalam alfabet semaphore, huruf “N” ditransmisikan dengan memegang dua bendera terbalik “V “, dan huruf ‘D’ dibentuk dengan memegang satu bendera menunjuk lurus ke atas dan yang lain menunjuk lurus ke bawah. Jika dua tanda itu digabungkan maka akan membentuk simbol perdamaian.

Berkaitan dengan simbol OK, kebanyakan orang menafsirkan gerakan tangan OK sebagai kata ganti 'baiklah' atau 'Oke'. Tapi ternyata tanda itu tidak anggap sebagai sesuatu yang positif. Di Prancis, gerakan itu malah menunjukkan ejekan negatif. Orang yang disapa dengan simbol OK, sama saja dikatai, “kamu bukan apa-apa” alias “you are nothing”.

Namun ada 3 teori yang diduga menjadi asal-usul simbol OK. Pertama, simbol OK diyakini sebagai singkatan dari “Old Kinderhook, NY”, yakni nama tempat kelahiran Presiden AS ke-8, Martin van Buren.

Selama masa kampanye Pemilu, Van Buren kerap menggunakan simbol tersebut sebagai slogan kampanye. Di dalam poster, massa pendukung Van Buren juga menunjukkan isyarat OK. 

Kedua, hipotesis muncul dari Presiden Amerika ke-7, Andrew Jakcson. Ia kerap menulis kata “semua benar” dengan bahsa Jerman “Oll Korrect” atau hanya disingkat OK. 

Ketiga, teori lain mengatakan bahwa OK merupakan isyarat dari ajaran agama Hindu dan Budha. Tanda itu melambangkan kemauan belajar. Banyak karya seni Budha yang menggambarkan isyarat ini.[]

Sumber: liputan6.com

M FAJARLI IQBAL
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar