IDI RAYEUK- Sekretaris Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) wilayah Aceh Timur Mahyuddin Kubar mengecam tindakan kekerasan terhadap geuchik. Hal ini disampaikannya kepada portalsatu.com melalui surat elektronik, Sabtu, 26 Desember 2015.
Kita tidak menginginkan kekerasan terjadi terhadap geuchik di Aceh Timur. Kami para geuchik selalu jadi sasaran, tidak ubah seperti saat masa konflik Aceh dulu, kami selalu terjepit seperti buah simalakama, 'dimakan mati ayah tidak dimakan mati mama', ujar Mahyuddin.
Untuk menghindar terjadinya kekerasan terhadap aparatur gampong, Mahyuddin meminta kepada pemerintah agar diberikan payung hukum yang menjamin keselamatan para geuchik dalam bertugas.
Setidaknya penegak hukum dapat melindungi kami. Apalagi diketahui beban kami para geuchik begitu berat, bekerja siang malam, itu semua dengan tujuan agar terciptanya pelayanan masyarakat yang maksimal dalam menunjang perputaran roda pemerintahan desa yang baik, katanya.