TERKINI
NEWS

APBA Perubahan Molor, Apa Lagi Ini?

Sayangnya, mahasiswa dan elemen sipil seperti bungkam terhadap kondisi ini.

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.2K×

PENGESAHAN APBA Perubahan 2015 tak kunjung dilakukan. Kondisi ini terjadi karena eksekutif Aceh tak kunjung menyelesaikan input APBA Perubahan. Pertanyaannya, kenapa ini terjadi, dan ada permainan apa di balik ini semua?

Padahal, semua pihak tahu dan sadar bahwa masa anggaran 2015 hanya tinggal dua bulan lagi. 

Jika kita hitung-hitungan, maka dengan masa anggaran yang tinggal dua bulan lagi, tak mungkin akan ada pekerjaan fisik tambahan di APBA Perubahan. Ini karena untuk pekerjaan fisik harus dilakukan tender terbuka yang membutuhkan waktu paling cepat satu bulan.

Jika pun dipaksakan, sistem penunjukan langsung (PL) adalah solusi satu-satunya. Maka jika hal ini terjadi, potensi penyelewengan akan semakin menjamur di Aceh. 

Yang diuntungkan dari sistem PL adalah kolega kepala dinas serta dinasti yang sedang memimpin. Hasil pekerjaan pun akan berpotensi terjadinya korupsi berjemaah.

Dengan keadaan seperti sekarang, kita yakin bahwa APBA Perubahan 2015 akan mayoritas dikerjakan secara PL, serta kegiatan-kegiatan pelatihan yang hanya bertujuan untuk menghabiskan anggaran semata. Akhirnya, keberadaan APBA Perubahan 2015 hanyalah milik para penguasa negeri ini dan kroni-kroninya.

Dengan kondisi saat ini, maka peran elemen sipil dan mahasiswa sebenarnya sangat diharapkan. Sayangnya, mahasiswa dan elemen sipil seperti bungkam terhadap kondisi ini.

Lambannya pengesahan APBA Perubahan juga memengaruhi kerja legislasi DPR Aceh. Dimana, jadwal yang seharusnya memasuki pembahasan APBA murni untuk 2016, kembali meleset. Imbasnya, pengesahaan anggaran pun dipastikan bergeser dari target yang diharapkan. Aceh dipastikan akan kembali masuk dalam siklus 'setan' yang telat mengesahkan anggaran, sehingga pengerjaan proyek berpotensi jelek akibat waktu yang singkat dan tergesa-gesa. []

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar