TAKENGON – Anda ingat dengan Sabira Hurin Len, bayi berusia 1 tahun, warga Blang Kolak Satu, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah? Ya, dia adalah bocah penderita Atresia Bilier atau kelainan hati. Kondisi tubuh penderita penyakit itu menguning dengan perut mengembung dan berat badan menyusut.
Buah hati pasangan Jefriza dan Cut Linda Marheni itu kini dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangonkusumo (RSCM) Jakarta. Jefriza menceritakan, Hurin telah diserang penyakit itu sejak lahir. Faktor lemahnya ekonomi mengurungkan niat keluarga untuk mengobati Sabira Hurin.
“Sekarang lagi screening pencangkokan hati penderita dan pendonor,” kata Ibunda Hurin, Cut Linda Marheni ketika dihubungi portalsatu.com, Minggu, 8 Mei 2016.
Cut Linda mengaku kesulitan untuk biaya pengobatan Hurin. Pasalnya, berdasarkan konsultasi awal dengan dokter diketahui pengobatan Hurin membutuhkan biaya sedikitnya Rp 1,5 miliar. Namun, tekadnya untuk kesembuhan buah hati tak kendur. Bermodalkan uang alakadar, ia memberanikan diri untuk mendaftarkan transplantasi hati Hurin di RSCM.
“Sumbangan dari pemerintah Aceh Tengah Rp 35 juta itulah yang saya pakai untuk pengobatan Hurin saat ini. Untuk kebutuhan ke depan kami belum tahu,” ujar Cut Linda pasrah.
Ia mengaku, pihaknya telah melayangkan proposal pada Maret 2016 yang ditujukan kepada Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Pihak keluarga meminta agar pemerintah Aceh sudi menjadi pendamping transplantasi hati untuk kesembuhan Hurin.
“Saya tidak minta uang harus saya yang pegang, kami keluarga hanya mohon kepada Gubernur Aceh untuk bersedia menjadi pendamping transplantasi hati Hurin,” kata ibunda Hurin penuh harap.[] (bna)
TAK BERKATEGORI
Apa Kabar Hurin Si Penderita Atresia Billier dari Gayo?
TAKENGON - Anda ingat dengan Sabira Hurin Len, bayi berusia 1 tahun, warga Blang Kolak Satu, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah? Ya, dia adalah bocah penderita Atresia…