BANDA ACEH – Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsyiah, Rahmad Saputra, S.IP, menyesalkan pernyataan Pembantu Rektor III Unsyiah Alfiansyah Yulianur saat menghadapi massa mahasiswa. Alfiansyah Yulianur yang menyarankan agar mahasiswa intropeksi diri dan meminta mereka angkat kaki dari Unsyiah jika tidak setuju pemberian skorsing dinilai sebagai sikap antikritik pihak rektorat.
“Pak Alfian itu kan merupakan Pembantu Rektor bagian mahasiswa, harusnya dia itu tidak perlu provokatif dalam mengeluarkan peryataan, seyogyanya dia memberikan peryataan-peryataan yang sejuk dan solutif, bukan malah seperti itu. Itu namanya gaya arogan Orde Baru yang masih dipelihara,” kata Rahmad melalui surat elektronik kepada portalsatu.com, Selasa, 13 Oktober 2015.
Dia mengatakan sikap PR III Unsyiah tersebut memperjelas isu adanya upaya rektorat membungkam daya kritis mahasiswa. “Rektorat itu tidak boleh reaktif dalam menanggapi tuntutan seperti itu, mereka harus terbuka dan menampung aspirasi mahasiswa, bukan malah mengeluarkan peryataan bahwa: mahasiswa itu harus nurut ke kami, karena yang berhak mengatur itu adalah kami,” katanya.
Dia berharap rektorat bisa lebih arif dan bijaksana dalam menanggapi aksi mahasiwa.
“Buang ego bahwa pimpinan tidak pernah salah, buka ruang diskusi supaya persoalan bisa terselesaikan dengan baik,” katanya.[](bna)