TAKENGON - Aksi penipuan dengan ragam modus kembali makan korban. Kali ini menimpa Warni, warga Bukit Pepanyi Kecamatan Wieh Pesam, Bener Meriah. Ia adalah seorang…
TAKENGON – Aksi penipuan dengan ragam modus kembali makan korban. Kali ini menimpa Warni, warga Bukit Pepanyi Kecamatan Wieh Pesam, Bener Meriah. Ia adalah seorang guru yang ber-sertifikasi.
Cemas dengan keamanan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), akhirnya Warni memilih melapor kepada Bank Aceh Cabang Takengon.
“Saya jadi korban penipuan itu,” kata Warni usai membuat laporan kepada portalsatu.com yang juga tengah menggunakan jasa Bank Aceh, Jum'at sore 10 Juni 2016 di Takengon.
Diceritakan, bertepatan pada Selasa 7 Juni 2016, sekira pukul 17:00 Wib, seseorang dengan nomor tak dikenal masuk ke handpone genggamnya.
Sosok itu kata Warni, mengaku diri bernama Hanif Abdullah Purba sebagai Bendahara pengelola keuangan di pondok Pasantren Benyot Kecamatan Juli, Bireun, tepat dimana anaknya mengeyam pendidikan.
Disebutkan, pelaku penipuan itu mengatakan bahwa anaknya mendapat beasiswa senilai Rp.7,5 Juta yang bersumber dari Dinas Pendidikan Bireun.
“Pelaku itu sangat lihai, dia tau identitas lengkap saya dan anak saya yang bernama Hadi Gunawan Kelas Dua C di pasantren Benyot,” ujar Warni.
Disebutkan, setelah menceritakan panjang lebar persoalan beasiswa dan identitas anaknya selaku penerima beasiswa, akhirnya Warni diminta pelaku untuk menuju ke ATM dan memerintahkan beberapa langkah untuk kemudian beasiswa yang di iming-imingkan pelaku masuk ke rekening warni.
Perintah yang diarahkan pelaku kata Warni, juga cukup tepat. Dimana Kode Pin ATM juga satupun tidak ada yang meleset dengan Kode Pin miliknya.
kecurigaan Warni mulai muncul kala perintah pelaku untuk menekan tombol transfer, hingga akhirnya warni mulai ragu-ragu.
“Disuruh tekan transfer, lalu saya bilang melalui telepon saat itu pada pelaku, tidak usah saja transfer beasiswanya, ini sepertinya aksi penipuan kata Warni kepada pelaku, lantas pelaku langsung mematikan hp-nya,” kata Warni.
Alhasil, setelah melakukan hubungan komunikasi dan mengikuti beberapa perintah pelaku, saldo di ATM yang semula Rp.500, raib.
“Semula banyak uang saya, baru gajian, tapi sudah saya tarik, maka sisa Rp.500 ribu saja,” kata Warni.
Aksi pelaku yang mengaku Hanif kata Warni, juga terbilang tersusun rapi. Pasalnya pelaku juga menghubungkan kontac telpon dengan seseorang yang juga mengaku sebagai petugas Dinas Pendidikan Bireun. Aksi itu sebut Warni dilakukan pelaku untuk menyakinkannya.
Kepada pihak kepolisian, Warni yang mengaku menjadi korban ikut membagikan No Contac pelaku yang mengaku Hanif Abdullah Purba dengan No HP 0822 9214 3696 dan pelaku yang mengaku Kepala Dinas Pendidikan Bireun dengan Nomor 0823 4396 0304.[]