LHOKSUKON – Di balik keberaniannya berjibaku dengan kelompok teroris di kawasan Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016 lalu, siapa sangka, AKBP Ir. Ahmad Untung Surianata atau yang lebih dikenal dengan Untung Sangaji, memiliki jiwa seni yang cukup tinggi.
Ia hobi melukis, menulis dan membaca puisi, serta memiliki beberapa keahlian dalam membuat kerajinan tangan. Salah satunya mengolah tanah liat menjadi cangkir keramik. Tak hanya itu, Untung Sangaji juga sempat menjadi guru di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB), menjadi guru selam bagi anggota polisi dan juga menyukai motor gede (moge).
“Tekstur tanah liat di sini cukup bagus. Saya coba membuat cangkir dari tanah liat hasil galian kolam di Polres, dan ternyata kualitasnya sangat baik. Jika itu dimanfaatkan, bisa menjadi lahan pekerjaan atau penghasilan. Hanya saja, di sini tidak ada alat pengolahan tanah liat untuk dijadikan keramik indah dengan nilai jual tinggi,” kata Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji, saat ditemui portalsatu.com di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Dengan gaya bicara tegas, lugas dan santai, ia mengaku sudah menekuni seni lukis sejak usia remaja. Tak tanggung-tanggung, Untung bahkan sempat meraih juara tingkat nasional di era 1970-an. Beberapa tahun lalu, ia juga sempat membacakan puisi karyanya dalam pertemuan 200 penyair dari berbagai negara.
Berbekal sebuah pulpen dan selembar kertas putih, ayah dua anak itu menunjukkan keahlian melukisnya. Dalam waktu 1 menit 27 detik, sebuah pohon berhasil diselesaikan. Ia menggunakan tinta pulpen yang dicoret di ujung jari tangannya, lalu diaplikasi di atas kertas. Awalnya hanya menyerupai awan, namun ternyata itu sebuah pohon cemara.
“Saya hobi menyelam dan juga melatih siswa untuk menyelam. Salah satu siswa termuda adalah anak saya. Siswa saya yang lainnya juga ada di sini, Waka Polres Kompol Suwalto,” ujarnya, yang mendapat anggukan dari Kompol Suwalto. “Ya, saya salah satu siswa selam bapak (Untung Sangaji),” ucapnya singkat.