WARUNG kopi SMEA relative ramai, Senin pekan lalu. Beberapa penikmat kopi tampak sibuk dengan aktivitas masing-masing. Seorang pria yang memakai kemeja putih bergaris tiba-tiba menegur wartawan portalsatu.com dari arah belakang.
Kiban, peuhaba? ujar pria ini sambil menyalami satu persatu warga yang sedang ngopi di deretan meja tadi.
Kiban ka jelas? katanya lagi.
Oh, Aduen Jelas lagoo? Lon pike soe. Ganteng that asli jih. Rap hana taturi (Oh, Aduen Jelas kok? Saya pikir siapa. Ganteng aslinya. Hampir tidak saya kenali), kata seorang warga.
Ya, pria murah senyum tadi adalah Mukhtar Abdullah. Ia berperan sebagai sosok Aduen Jelas dalam film Eumpang Breueh. Aduen Jelas berkarakter bolot serta kurang nyambung. Pendengaran Aduen Jeulas baru stabil bila lawan bicaranya adalah gadis cantik.
Lon pesan teh hijau saboh, ujar pria kelahiran Kandang, 10 oktober 1978, kepada pelayan di Warkop SMEA Kota Banda Aceh.
Film Eumpang Breuh turut melambungkan nama Aduen Jelas. Mantan kombatan GAM ini mengaku lebih dikenal masyarakat selama memerankan karakter Aduen Jelas.
Walaupun sehari-hari saya jauh dari karakter ini. Beda jauh, kata suami dari Juwairiah, S.Pd ini. Dari pernikahannya, ia telah memiliki dua orang anak.
Teungku Mukhtar, demikian ia disapa di kalangan ekskombatan, mengaku menerima peran sebagai Aduen Jelas, karena adanya dukungan dari Abdul Hadi (Joni Kapluk), Sulaiman (Mando Gapi), Umar Perdana (Haji Uma), dan semua tokoh yang beperan di Umpang Breuh 13, termasuk produser film Eumpang Breuh, Din Keuramik. Film ini disutradarai oleh Ayah Doe.
Kondisi Aceh hari ini, sama seperti Aduen Jelas. Antara bahasa dan perbuatannya tidak sejalan, kata Mukhtar Abdullah sambil tertawa.
Pria yang berasal dari Cot Untong Nisam, Aceh Utara, ini mengaku senang bisa berakting. Di luar profesi tadi, ia juga pernah menjadi staf di kantor Badan Penguatan Perdamaian Aceh (BP2A) dari 2006 hingga 2008.
Dia berharap Pemerintah Aceh dapat mendukung, perfilman dan seniman di Aceh dapat maju selayak tingkat nasional dan internasional, dan mengembangkan karya Aceh, dalam adat, budaya, sosial, dan agama.
Aceh sudah jelas, namun ada pihak-pihak elit yang menginginkan Aceh untuk tidak merdeka ekonomi, sosial-budaya, dan agama, katanya.
Ditanya berapa bayarannya selama memeran karakter Aduen Jelas di Eumpang Breuh, Mukhtar tersenyum. “Pokoknya cukuplah. Yang jelas halal,” ujar dia.
Laporan Maisarah Kim