BANDA ACEH –  Juru Bicara Partai Aceh, Suadi Sulaiman atau akrab disapa Adi Laweung menanggapi serius kasus yang menimpa Jubir KPA Pasee M Jhoni. Adi sangat menyayangkan kasus pemukulan dan penangkapan terhadap M. Jhonni.

Menurut Adi banyak yang belum mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya. Ia menjelaskan bahwa Jhoni tidak membuat onar di masjid.  

Adi mengatakan, perkara itu diawali dari kejadian pergantian khatib. Saat itu khatib yang dijadwalkan untuk khutbah di Masjid Pasee, Panton Labu, Aceh Utara, adalah Teungku Fauzan. Namun, Teungku Fauzan tak bisa hadir. Pihak masjid pun menggantikannya dengan Teungku Jakfar.

Namun, tiba-tiba ada dua orang yang meminta Teungku Jakfar turun dari mimbar dan menggantinya dengan Tarmizi Karim.

Tak terima dengan hal tersebut, M Jhonni yang ikut serta dalam jamaah Jumat pun protes. Tak jelas bagaimana kelanjutannya, M Jhonni dibogem dan kemudian dibawa ke kantor polisi. Akibat kejadian tersebut, Adi menuding Tarmizi Karim telah mengkudeta dan menyabotase masjid.

“Pak Tarmizi jangan menyabotase dan mengkudeta masjid sebagai tempat kampanye,” ucap Adi saat ditemui portalsatu.com, di Banda Aceh, Jumat, 20 Januari 2017.

Adi mempertanyakan sikap penurunan khatib dan menggantinya dengan Tarmizi Karim. “Apa alasannya menyuruh khatib turun dan digantikan dengan Tarmizi Karim yang sekarang sedang mencalonkan diri menjadi Gubernur Aceh,” kata dia. 

Ia pun meminta Tarmizi Karim untuk tidak menjadikan tempat ibadah seperti masjid sebagai tempat ajang kampanye. Ia meminta Tarmizi untuk bersaing secara sehat dalam pikada mendatang.

“Pak Tarmizi Karim bek panik beu seulow. Menyoe talo cit talo, bek paksa buet,” kata dia.[]