Urutan darurat narkoba berbanding terbalik dengan kualitas pendidikan di Aceh yang menempati posisi terakhir.
BANDA ACEH – Aceh masuk dalam urutan kesembilan darurat narkoba dalam skala nasional. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Pelayanan Psikologi dan Konseling Unsyiah, Syaiful Bahri, dalam sosialisasi bahaya narkoba untuk para aktivis mahasiswa di auditorium lama FKIP, Sabtu, 10 Oktober 2015.
“Dan di Unsyiah sendiri pemakai narkoba semakin bertambah tiap tahunnya,” kata Syaiful Bahri dalam sambutannya.
Ia juga mengaitkan dampak narkoba tersebut dengan kualitas pendidikan di Aceh yang menempati urutan terakhir.
“Pendidikan kita sangat terpuruk bahkan hampir sama dengan Papua,” katanya.
Ia juga berharap generasi Aceh terbebas dari narkoba dan dapat meraih prestasi lebih baik tanpa narkoba. “Padahal semua prestasi bisa kita dapatkan jika kita terebas dari pengaruh negatif narkoba,” kata Saiful.
Amatan portalsatu.com sosialisasi tersebut diikuti dengan antusias oleh mahasiswa yang berasal dari perwakilan himpunan dan unit kegiatan mahasiswa. Ruangan yang berukuran sedang itu pun dipenuhi oleh para peserta.[](bna)