TAKENGON – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berkomitmen mendukung program sekolah sehat mulai dari membiasakan hidup bersih bagi peserta didik hingga sanitasi yang memadai. Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Drs. Muhammad Syukri, M.Pd., yang hadir mewakili Bupati Aceh Tengah pada acara serah terima sarana sanitasi untuk 15 sekolah yang diprakarsai Save the Children, Senin 21 Desember 2015.
“Pembenahan fasilitas sekolah termasuk sanitasi merupakan kewajiban pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dalam rangka mendukung proses belajar mengajar,” kata Syukri.
Menurut Syukri, pembenahan fasilitas sanitasi sekolah termasuk toilet yang bersih dan higienis harus didukung ketersediaan air bersih dan tenaga kebersihan. “Ketersediaan air bersih harus menjadi prioritas tidak hanya bagi beberapa sekolah yang mendapat bantuan kali ini, namun seluruh sekolah yang ada di Aceh Tengah,” ujarnya.
Ia menyebut perlu tenaga kebersihan sehingga lingkungan sekolah termasuk toilet tetap bersih dan higienis. “Program sekolah sehat harus dilanjutkan di tingkat SMP dan SMA, tidak hanya dibiasakan di tingkat SD,” kata Syukri.
Save the Children menggelar acara serah terima sarana sanitasi untuk 15 sekolah di Kecamatan Rusip Antara, Lut Tawar dan Kebayakan dipusatkan di SD Negeri 9 Lut Tawar. Bantuan sarana sanitasi tersebut program Save The Children dalam mendukung terwujudnya sekolah sehat di Kabupaten Aceh Tengah.
Bernard Sembiring mewakili pihak Save the Children dalam laporannya menyatakan program sekolah sehat di Aceh Tengah dimulai 1 Januari 2015 dan berakhir 31 Desember 2015 mendatang. Program dimaksud, kata Bernard, mengusung 3 pesan kunci kesehatan yakni cuci tangan memakai sabun, kebiasaan menyikat gigi dan mulut, serta manajemen pengelolaan sampah.