TERKINI
TAK BERKATEGORI

Aceh Punya Dua Dokumen Mitigasi Perubahan Iklim

BANDA ACEH - Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan, Aceh sudah memiliki dua dokumen yang berkaitan dengan mitigasi perubahan iklim. Yaitu, Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 835×

BANDA ACEH – Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan, Aceh sudah memiliki dua dokumen yang berkaitan dengan mitigasi perubahan iklim. Yaitu, Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) dan Strategi Rencana Aksi Provinsi dalam mengurangi emisi akibat Degradasi Upaya Konservasi (SRAP REDD +).

“Kedua dokumen tersebut dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan program terhadap penguranan emisi di Aceh,” kata Zaini saat membuka seminar internasinal Aceh Commitment for Climate Change: Impact and Challenge, Kamis, 26 Mei 2016 yang berlangsung di hotel Hermes Palace Banda Aceh.

Menurutnya, pemanasan global sebagai dampak dari perubahan iklim, kenaikan suhu bumi periode 1990-2005 antara 0,05 sampai 0,13 derajat celcius. Jika kondisi itu dibiarkan maka diprediksi pada periode 2050-2070, suhu bumi akan naik kisaran 4,2 derajat celius.

“Maka dari itu, sekarang suhu saat ini terasa cukup panas,” ungkapnya.

Oleh karena itu kata Zaini, sebagai negara yang memiliki hutan terbesar di dunia, Indonesia telah memutuskan untuk menjadi bagian dari solusi. “Aceh menjadi bagian dari solusi dari Indonesia tersebut, karena Aceh memiliki salah satu hutan terbesar di Indonesia,” kata Zaini.

Saat ini kata dia, Aceh berkomitmen untuk mengurangi emisi sebesar 7 persen dari komitmen Indonesia 29 persen untuk tahun 2030 atau dari 20 persen jika bantuan APBN dan  bantuan Internasional tersedia.

Dia menambakan, semakin terkurasnya energi fosil maka upaya untuk menanggulanginya dapat dilakukan (renewable energy) seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan energi panas bumi. Termasuk pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang sudah beroperasi di Kabupaten Aceh Tengah dan Gayo Lues.

“Hal ini perlu dimanfaatkan optimal di masa yang akan datang. (dibutuhkan) Dukungan investor dan donor dalam mengembangkan energi air dan panas bumi ini untuk mengatasi kekurangan listrik di Aceh,” katanya.

Zaini berharap semoga kegiatan ini dapat memberi manfaat yang maksimal dalam upaya menghadapi dampak dan tantangan perubahan iklim di seluruh dunia.[](ihn)

Laporan Ramadhan

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar