NAMANYA Ita Purwita Sari. Mahasiswi cantik ini berharap bisa memiliki sebuah restoran, ingin memiliki toko, dan membuka sekolah alam bersama ibunya.
Ia ingin memiliki toko yang akan menjual barang dagangannya dan sedang mencari tempat yang strategis.
Saya ingin punya toko supaya bisa membantu yang lain, apalagi sekarang ekonomi turun, suku bunga rendah, harga dolar naik, dan saya dengar-dengar 2016 nanti harga BBM naik lagi, lantas apa yang ditunggu? kata mahasisiwi semester akhir ini.
Ita mengakui senang menjalani hidup seperti sekarang ini. Karena menurutnya, belum tentu orang lain berani seperti dirinya.Saya tidak merasa minder, saya percaya diri dan dengan berjualan ini saya banyak mengenal orang dan bisa menilai karakter kepribadian orang yang berbeda-beda, katanya.
Ita juga ingin mengembangkan usaha dagang buah ini bersama ibunya, namun kendalanya pada dana. Setiap harinya mereka menyediakan stok untuk mengolah aneka buah ini kalau Mangga 50 kilo perhari dan 20 hingga 30-an kilo untuk jambu, salak, kedondong, cermai, dan ketela untuk membuat serundeng atau ubi rambat.
Setiap harinya mereka memperoleh untung Rp. 250 ribu. Namun, alumni paduan suara di Politeknik Aceh ini mampu membiayai semua biaya SPP kuliahnya dari hasil dagang yang ia kerjakan bersama ibu nya, Rokayah.