TERKINI
TAK BERKATEGORI

KPK Berdayakan Masyarakat Cegah Korupsi di Banda Aceh

BANDA ACEH - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun ini mewacanakan membentuk sejumlah komunitas di masyarakat dalam rangka pencegahan praktek korupsi. “Tahun ini Banda Aceh…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 760×

BANDA ACEH – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun ini mewacanakan membentuk sejumlah komunitas di masyarakat dalam rangka pencegahan praktek korupsi.

“Tahun ini Banda Aceh jadi focus area yang jadi prioritas lembaga. Kehadiran kita di sini ingin mendengarkan pendapat dari Pemko dan sekaligus kita minta izin hadir di Banda Aceh dengan program-program kita,” ujar Ramah Handoko, Spesialis Kampaye Sosial Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, saat bertemu dengan Sekdakota Banda Aceh, Ir. Bahagia, Kamis, 3 Maret 2016.

Kata Ramah Handoko, pihaknya ingin mendorong lahirnya komunitas-komunitas di masyarakat yang nantinya akan meyuarakan pesan-pesan pencegahan korupsi.

“Kita sudah lakukan di Bandung dan Jogja tahun lalu. Untuk tahun ini program yang sama kita lanjutkan di Banda Aceh dan Denpasar,” katanya.

Komunitas ini nantinya kata Ramah akan didorong aktif dalam gerakan anti korupsi. Namun, Ramah Handoko menyampaikan komunitas ini bukan bergerak dalam area investigatif tapi lebih ke area penyelarasan nilai-nilai antikorupsi itu sendiri, di antaranyabersikap jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, berani, kerja keras dan adil.

“Kadang kita terlalu bertumpu pada kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman pada tindakan. Tangkap koruptor dan selamatkan uang negara memang bagus, tapi impact-nya tidak terlalu terasa bagi masyarakat bawah. Ketika koruptor tertangkap dan ratusan uang negara selamat namun jalan tetap berlubang, pengurusan dokumen administrasi masih tetap ada pungutan,” ujar Ramah Handoko.

Sekdakota Banda Aceh, Ir. Bahagia DiplSE menyambut baik program dari KPK tersebut. Pengawasan memang dilakukan dalam segala hal. Bahagia menyampaikan bahwa Pemko Banda Aceh tidak menutup diri dan selalu belajar untuk mengembangkan diri dalam segala hal.

“Saya pikir pertemuan ini sangat bermanfaat, karena banyak ide-ide pencegahan dan pembinaan yang bisa kita lakukan di Banda Aceh,” ujar Bahagia.

Pertemuan ini turut dihadir Asisten Administrasi Umum Setdakota Banda Aceh, M Nurdin S. Sos, Asisten Keistimewaan, Ekonomi dan Pembangunan, Ir. Gusmeri, Kadisdikpora Kota Banda Aceh Syaridin S.Pd M.Pd dan Inspektur Inspektorat Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti.[](ihn)

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar