TERKINI
TAK BERKATEGORI

Blogger Muslimah Ini Sebut Ada Pihak yang Ingin Rusak Syariat Islam di Aceh

BANDA ACEH - Rentetan peristiwa terkait dengan syariat Islam baru-baru ini menimbulkan banyak komentar dan analisis dari berbagai pihak. Penulis blog dan juga salah seorang staf…

ADI GONDRONG Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 812×

BANDA ACEH – Rentetan peristiwa terkait dengan syariat Islam baru-baru ini menimbulkan banyak komentar dan analisis dari berbagai pihak. Penulis blog dan juga salah seorang staf pengajar di UIN Ar-Raniry, Fadiatur Rahmi juga mengemukakan pendapatnya. Ia menilai ada pihak yang punya rencana jangka panjang ingin merusak penerapan syariat Islam di Aceh.

“Mungkinkah hanya kebetulan setelah Mendagri mempersoalkan masalah Perda Jilbab dan tiba-tiba ada fashion show tanpa hijab? Ditambah lagi (ada kontestan) Miss (Indonesia) asal Aceh rasa Surabaya,” tulis muslimah ini via pesan BBM kepada portalsatu.com, Senin, 29 Februari 2016.

Fadiatur Rahmi menyebut “ada tangan tersembunyi” yang memiliki rencana besar dalam merusak penerapan syariat Islam di Aceh. Hal tersebut tanpa disadari adalah satu dari sekian banyak rencana. “Ada pihak yang ingin membangun pemahaman seolah jilbab dipaksakan di Aceh ini,” tulisnya lagi.

Melalui situs pribadinya, ansyafrawa.com, ia juga kerap menulis tentang penerapan syariat Iislam di Aceh. Bagi muslimah yang sedang menyelesaikan tesis ini, menutup aurat bukan persoalan perda, melainkan kewajiban sebagai seorang muslim dan muslimah.

“Jilbab bukan hanya taat pada perda, tapi bukti cinta pada sang pencipta,” tulisnya lagi.

Rahmi merasa sedih dan terhina ketika ada muslimah yang membuka auratnya di hadapan publik.  “Jika mereka yang ikut fashion show kemarin bukan orang Aceh asli, maka jelas itu penghinaan seperti yg dilakukan oleh Miss Indonesia, tapi jika mereka asli Aceh, maka saya merasa sangat sedih,” tulisnya.

Ia mengatakan, pendidikan dan penyadaran merupakan garda utama untuk menjaga budaya dan syariat Islam. Bagi dia, pendidikan yang baik akan membawa perubahan yang besar.

“Miris sebenarnya, tetapi sekeras apa pun aturan dibuat, jika diri mereka sendiri tak sadar akan identitasnya sebagai muslimah, ya, akan sia-sia aja,” tulis blogger yang sekarang menjabat ketua Bidang Humas dan IT Senat Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry itu.[] (*sar)

ADI GONDRONG
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar