BANDA ACEH – Rentetan peristiwa terkait dengan syariat Islam baru-baru ini menimbulkan banyak komentar dan analisis dari berbagai pihak. Penulis blog dan juga salah seorang staf pengajar di UIN Ar-Raniry, Fadiatur Rahmi juga mengemukakan pendapatnya. Ia menilai ada pihak yang punya rencana jangka panjang ingin merusak penerapan syariat Islam di Aceh.
“Mungkinkah hanya kebetulan setelah Mendagri mempersoalkan masalah Perda Jilbab dan tiba-tiba ada fashion show tanpa hijab? Ditambah lagi (ada kontestan) Miss (Indonesia) asal Aceh rasa Surabaya,” tulis muslimah ini via pesan BBM kepada portalsatu.com, Senin, 29 Februari 2016.
Fadiatur Rahmi menyebut “ada tangan tersembunyi” yang memiliki rencana besar dalam merusak penerapan syariat Islam di Aceh. Hal tersebut tanpa disadari adalah satu dari sekian banyak rencana. “Ada pihak yang ingin membangun pemahaman seolah jilbab dipaksakan di Aceh ini,” tulisnya lagi.
Melalui situs pribadinya, ansyafrawa.com, ia juga kerap menulis tentang penerapan syariat Iislam di Aceh. Bagi muslimah yang sedang menyelesaikan tesis ini, menutup aurat bukan persoalan perda, melainkan kewajiban sebagai seorang muslim dan muslimah.