TERKINI
EKBIS

BI: Pertumbuhan Ekonomi Lhokseumawe Negatif

Perlambatan ekonomi utamanya disebabkan pertumbuhan negatif pada sektor industri batu bara dan pengilangan yang mencapai minus 21,81 persen atau Rp869,2 miliar.

ZIKIRULLAH ALFARISI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 4.9K×

LHOKSEUMAWE – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas mengatakan perekonomian Kota Lhokseumawe masih dihadapkan pada tantangan berat. Pertumbuhan ekonomi Lhokseumawe tahun 2014 minus 8,29 persen.

“Kami mencatat pertumbuhan ekonomi Kota Lhokseumawe tahun 2014 mengalami pertumbuhan yang negatif, yaitu minus 8,29 persen,” ujar Ronald Wass dalam sambutannya pada acara serah terima jabatan Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe dari Ahmad Farid kepada Yufrizal di Kantor BI setempat, Senin, 19 Oktober 2015.

Ronald menyebut perlambatan ekonomi utamanya disebabkan pertumbuhan negatif pada sektor industri batu bara dan pengilangan yang mencapai minus 21,81 persen atau Rp869,2 miliar.

“Dalam hal pertumbuhan ekonomi, kami memandang usaha keras dan kalaborasi yang telah dilakukan antara Bank Indonesia, pemerintah kota dan pihak terkait lainnya di Lhokseumawe masih harus ditingkatkan,” kata Ronald.

Ronald berharap komunikasi yang baik, koordinasi intensif dan kalaborasi sinergis yang terjalin selama ini terus berjalan dan semakin ditingkatkan, sehingga ke depan perekonomian Kota Lhokseumawe akan menjadi lebih baik dan menyejahterakan masyarakat.

Perekonomian global

Sebelumnya, Ronald menyampaikan kondisi perekonomian global saat ini ditandai pertumbuhan yang cenderung bias ke bawah, disertai masih tingginya risiko di pasar keuangan global.  

“Ekonomi dunia yang semula tahun ini diproyeksikan dapat tumbuh sebesar 4 persen, sesuai perkembangan terakhir proyeksi tersebut harus dikoreksi menjadi hanya 3,1 persen, yang berarti lebih rendah dari realisasi pertumbuhan tahun lalu sebesar 3,4 persen,” ujar Ronald.

Menurut Ronald, perlambatan ekonomi global tersebut terutama bersumber dari masih terbatasnya pertumbuhan ekonomi emerging market, khususnya Tiongkok. “Sebagai salah satu negara penopang ekonomi global, melemahnya ekonomi Tiongkok dapat memberikan tekanan pada perkembangan ekonomi global,” katanya.

Pada penghujung sambutannya, Ronald berharap kepada Yufrizal sebagai Kepala Kantor Perwakilan BI Lhokseumawe yang baru untuk meningkatkan pencapaian yang diraih selama ini. “Kami berharap di bawah kepemimpinan Yufrizal keberadaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe dapat lebih dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Yufrizal dilantik menjadi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe menggantikan Ahmad Farid. (Baca: Yufrizal Pimpin Bank Indonesia Lhokseumawe).[]

 

ZIKIRULLAH ALFARISI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar