JANTHO – Pantai Pasir Putih Lhok Mee didominasi oleh pedagang asal Gampong Lamreh, Aceh Besar. Sementara pengelolanya adalah Frendi yang juga warga asal Lamreh.

“Kami sering memanggil beliau dengan sebutan bang Frendi, baru sekitar dua bulan lah beliau mengontrak pantai ini,” kata Inut, salah satu pedagang di Pantai Lhok Mee kepada portalsatu.com, Senin, 19 Oktober 2015.

Inut mengatakan Frendi akan menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi di pantai itu. Selain itu, para pedagang juga membayar pajak kepada Frendi sebagai pengelola pantai.

“Kami bayar pajak lima ribu perhari, dan pendapatan kami juga tak menentu. Namanya juga rezeki, bisa saja satu hari penuh tak ada pemasukan. Tapi kalau hari Minggu atau Sabtu, pemasukann kami bisa dari Rp 100 ribu hingga Rp 800 ribu,” kata ibu tiga anak itu.

Letak pantai Pasir Putih itu melewati jalan yang cukup panjang. Selain jauh dari perkotaan dan hiruk pikuknya, pantai itu juga masih sangat bersih dan terjaga. Terlihat dari tidak adanya sampah yang mengotori pesisir pantai.

Manggrove dan pohon jamblang tumbuh subur menghiasi pantai. Airnya juga terbilang jernih sehingga wisatawan mampu melihat ke dalamnya. Banyak ganggang dan karang yang tumbuh di pantai ini.

Namun beberapa ternak warga seperti kambing dan lembu juga kerap berkeliaran di seputaran pantai ini. Kondisi tersebut disebut-sebut sama sekali tak mengganggu para pengunjung.

“Nggak apa lah, kan namanya juga binatang, dulu juga di sini, masak sekarang mau diusir,” kata Rya, salah satu pengunjung kepada wartawan.[](bna)

Laporan: Fira Zakia