TERKINI
NEWS

Dishubkominfo Banda Aceh Sosialisasi Bus Trans Koetaradja di Sekolah

Angkutan massal kota Banda Aceh dan sekitarnya terbagi atas empat koridor utama

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 2K×

BANDA ACEH – Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Banda Aceh terus menyosialisasikan penyelenggaraan angkutan massal Bus Trans Koetaradja kepada masyarakat, terutama para pelajar. Salah satu cara sosialisasi adalah melalui upacara pengibaran bendera yang dilaksanakan di seluruh sekolah di Banda Aceh.

Hal ini mulai dilaksanakan pada Senin, 19 Oktober 2015. Kadishubkominfo Banda Aceh, Drs Muzakkir Tulot MSi melakukan sosialisasi Ranperwal (Rancangan Peraturan Walikota) Bus Trans Koetaradja sekaligus menjadi pembina upacara di SMAN 12 Banda Aceh. Sementara Sekretaris Dishubkominfo Banda Aceh, Bustami, SH bertugas di SMAN 3 Banda Aceh, Kabid LLAJ M Zubir S Sit Msi bertugas di SMAN 4 Banda Aceh dan Kabid PSI, T Taufik MS Sit MSi bertugas di SMPN 6 Banda Aceh.

Sekretaris Dishubkominfo Banda Aceh, Bustami, saat menjadi pembina upacara di SMA 3 Banda Aceh mengatakan, siswa yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dilarang untuk membawa kendaraannya ke sekolah. “Nantinya, ananda semua bisa menggunakan fasilitas angkutan massal Bus Trans Koetaradja sesuai dengan koridor daerah masing-masing,” kata Bustami yang ikut didampingi Kabid Komtel, Jalani S Sos.

Bus angkutan massal tersebut juga akan beroperasi dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Hal ini mendapat tanggapan positif dari ratusan siswa SMA 3 Banda Aceh.

Bustami mengatakan angkutan massal Kota Banda Aceh dan sekitarnya terbagi atas empat koridor utama. Antara lain koridor 1 meliputi Pelabuhan Ulee Lheue–Terminal APK Keudah–Bandara SIM, Koridor 2 meliputi Terminal APK Keudah–Darussalam, Koridor 3 meliputi Terminal APK Keudah–Mata Ie, sedangkan Koridor 4 meliputi Terminal APK Keudah–Lhoknga. 

Hal senada juga disampaikan oleh Kadishubkominfo Banda Aceh, Muzakkir. Dia berharap adanya kerjasama dari seluruh elemen masyarakat agar program tersebut nantinya berjalan sesuai harapan yang telah direncanakan. Menurutnya persoalan transportasi di Kota Banda Aceh sesegera mungkin diatasi karena jika berlarut, akan menjadi permasalahan besar dan rumit sehingga semakin sulit dipecahkan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA 3 Banda Aceh, Drs Anwar Sanusi menyambut baik program Pemko Banda Aceh terkait bus angkutan massal ini.

“Saya rasa perubahan untuk kebaikan harus kita dukung dan harus dilakukan, yang terpenting komitmen waktu yang harus dijaga agar siswa sekolah tidak terlambat,” ujarnya.

Ia merasa optimis siswa yang merasa keberatan untuk menggunakan angkutan Trans Koetaradja, nantinya akan terbiasa untuk menggunakan jasa angkutan tersebut.

“Anak-anak yang sudah terbiasa menggunakan kendaraan pribadi mungkin akan merasa keberatan, tapi saya yakin mereka nantinya akan terbiasa dengan Trans Koetaradja,” kata Anwar.[](bna)

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar