BANDA ACEH – Kunjungan kerja Wali Kota Banda Aceh dan jajarannya serta perwakilan DPRK Banda Aceh ke Turki dalam rangka membangun kerja sama dengan negara bekas Kekhalifahan Islam tersebut patut diapresiasi. Pasalnya, selain karena Turki sejak pasca Tsunami telah banyak membantu Aceh, juga karena negara tersebut hari ini kian menjadi negara penting di dunia karena keberhasilannya dalam berbagai bidang pembangunannya.
Demikian kata peserta Konferensi Editor Jurnal Islam Antarbangsa di Istanbul, Turki pada 2015 lalu, Teuku Zulkhairi, MA, di Banda Aceh, Sabtu, 9 Januari 2016. Selain itu, kata Zulkhairi, hubungan kerja sama ini akan mengenang kembali romantisme lama hubungan mesra antara Aceh Darussalam dan Turki Usmani.
Ketika Turki Usmani berjaya, tidak terhitung jumlah perwira (Pasya) Turki yang dikirim ke Aceh dalam rangka melatih pejuang Aceh untuk mengusir kaum penjajah. Para periwira ini meninggalkan tanah air mereka demi Aceh, demi harga diri bangsa Aceh. Mereka banyak yang meninggal di Aceh dan dimakamkan di Gampong Bitay, Banda Aceh. Makam-makam itu adalah catatan sejarah tentang cinta dan kebersamaan Aceh dan Turki, sesuatu yang sulit kita balas harganya, kata Zulkhairi yang merupakan Ketua Departemen Humas Rabithah Thaliban Aceh (RTA),
Zulkhairi mengatakan, Turki hari ini diketahui memiliki catatan keberhasilan pembangunan yang mencengangkan dari segi penyediaan air bersih bagi warganya, sarana dan prasarana transportasi yang nyaman, perdagangan, penataan tata ruang kota, peningkatan kualitas pendidikan dan sebagainya.