ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, menyatakan tentaranya telah membunuh 18 anggota ISIS setelah ekstremis itu melancarkan serangan pada sebuah kamp yang dipakai untuk melatih pejuang Irak di luar kota Mosul.
Pasukan Turki menggunakan kamp Bashiqa di luar Mosul untuk melatih pejuang lokal Irak demi merebut kembali kota tersebut dari ISIS.
“Delapan belas anggota organisasi teror Daesh (ISIS) yang ingin menyusup ke Bashiqa sudah dinetralisir,” kata Erdogan dalam wawancara televisi seusai shalat Jumat di Istanbul, 8 Januari 2016.
“Tak satupun tentara kami terluka,” tambah dia.
Belum jelas jenis serangan yang dilakukan kelompok ISIS. Namun Erdogan mengatakan bahwa pasukan Turki siap mematahkan segala jenis gangguan.
“Pasukan bersenjata kami di sana, pejabat kami memberikan pelatihan militer untuk siap menghadapi berbagai jenis serangan atau apapun yang terjadi,” kata Erdogan.
Kehadiran tentara Turki disambut otoritas lokal di Kurdistan Irak. Pada Desember lalu, Turki menarik beberapa tentaranya setelah mendapat tekanan dari Amerika Serikat. Namun kini tidak jelas berapa jumlah pasukan yang tersisa di kamp tersebut.[]
Sumber: kompas.com