TERKINI
TAK BERKATEGORI

Soal APBA, Dekan FISIP Unimal: Perbaiki yang Salah dan Keliru Agar…

Dia mengatakan seharusnya pemerintah merasa malu lantaran sudah beberapa kali polemik dan keterlambatan pengesahan anggaran terjadi di Aceh.

MAULANA AMRI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 1 menit
SUDAH DIBACA 550×

LHOKSEUMAWE – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh (FISIP Unimal), Fauzi, M.A., mengatakan banyak masyarakat yang saat ini memerlukan perhatian dari Pemerintah Aceh. Ia menilai kisruh antara eksekutif dengan legislatif terkait RAPBA 2016 akan berdampak pada masyarakat jika sampai terhambatnya program-program produktif.

“Sudah saatnya melakukan perubahan. Kalau 2016 masih seperti ini, saya yakin 2017 lebih parah lagi. Sebab 2017 merupakan tahun politik dan itu sarat dari berbagai kepentingan,” kata Fauzi kepada portalsatu.com, Senin, 28 Desember 2015, meyikapi polemik RAPBA 2016.

Dia mengatakan, seharusnya Pemerintah dan DPR Aceh merasa malu lantaran sudah beberapa kali terjadi polemik berujung keterlambatan pengesahan anggaran. Fauzi berharap kasus seperti itu tidak terulang lagi di tahun mendatang.

“Beu male lah. Jangan suasana seperti ini sekarang malah saling tuding-menuding antara eksekutif dan legislatif terkait siapa yang salah,” kata Fauzi.

Fauzi mengatakan diperlukan kearifan semua pihak untuk segera menyelesaikan kemelut ini, bukannya mencari-cari kesalahan. “Perbaiki yang salah dan keliru agar kisruhnya cepat terselesaikan,” kata Fauzi.[](bna)

MAULANA AMRI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar