Neurajah peuceunang dan penunduk biasanya dibaca sambil mengambil sejumput tanah yang terdapat di bawah kaki kanan. Lalu, tanah tersebut dilemparkan ke arah depan tempat pawang atau dukun yang mengamalkan neurajah…
Neurajah dirapal oleh pawang atau dukun dengan gerak dan alunan tertentu. Hendri Azhar dalam penelitiannya Jenis dan Fungsi Neurajah dalam Masyarakat Kluet mengatakan, di daerah Kluet, Aceh Selatan, rapalan neurajah dimulai dengan membakar kemenyan, menggosok-gosokkan kedua telapak tangan, dan mengusapkannya ke muka.
Hal seperti itu hanya dilakukan pada saat pawang atau dukun akan membaca neurajah-neurajah yang berfungsi untuk pengobatan seperti mengobati sakit gigi, sakit bisa, sileusôh, peunuléh, bisa beusoe, sakit perut, sakit ulu hati, untuk menghentikan pendarahan, sakit kepala, peureukat, jeumalang, penyembuh tuba, dan penyakit sawan.
Ketika sedang membaca neurajah, jari tengah pawang atau dukun diletakkan pada bagian yang sakit dari tubuh pasien. Ini dilakukan saat membaca neurajah sakit gigi, sakit bisa, bisa beusoe.
Sebelum jari tengah pawang atau dukun diletakkan pada bagian yang sakit dari tubuh pasien, terlebih dahulu jari tengah tersebut diletakkan pada langit-langit mulut si pawang/dukun. Adapun untuk neurajah sileusôh, peunuléh, peureukat, jeumalang, penyembuh tuba, dan penyakit sawan, pawang atau dukun menggunakan sebelah tangannya, yaitu tangan kanan untuk menyentuh bagian yang sakit dari tubuh pasien.
Bacaan neurajah biasanya diselingi dengan tiupan pada bagian yang sakit tubuh pasien, kecuali untuk neurajah sakit bisa dan bisa beusoe karena pada dua jenis neurajah ini diselingi dengan tarikan nafas. Menurut pawang atau dukun, apabila bacaan kedua neurajah ini tidak diselingi dengan tiupan, bagian yang sakit dari tubuh pasien akan membengkak.
Jumlah tiupan pada saat atau dukun membaca neurajah berbeda-beda. Untuk neurajah sakit gigi, misalnya, tiupan dilakukan sebanyak tiga kali. Tiupan pertama dilakukan ketika sampai pada kalimat Beureukat lailahaillallah, Muhammadur Rasulullah. Selengkapnya, bunyi neurajah sakit gigi adalah sebagai berikut:
Bismillahirrahmanirrahim
Hong reudom
Maté kom di kah ulat
Beu reubôh beu runtôh di kah ulat
Ulat thô han lé menjadi
Hong saidi
Beureukat doa nabiyullah Ayyub
Beureukat lailahaillallah Muhammadur Rasulullah.
Selain itu, untuk neurajah penawar racun, bisa beusoe, dan sakit perut, hanya dilakukan satu kali tiupan, yaitu pada akhir pembacaan neurajah.
Posisi duduk pawang/dukun saat melakukan pengobatan berhadap-hadapan dengan pasien yang sedang diobatinya, khusus untuk mengobati tuba, posisi duduknya di belakang pasien yang diobatinya. Untuk neurajah yang tidak berfungsi mengobati, pembacaannya tidak dimulai dengan pembakaran kemenyan, tetapi dilakukan dengan cara-cara tertentu.
Neurajah ada yang dipakai untuk melindungi diri. Neurajah ini biasanya dibaca ketika akan bepergian. Saat membacanya, pawang/dukun atau yang mengamalkannya menggosok-gosokkan tangan tiga kali, lalu mengusapkan ke muka.
Neurajah peuceunang dan penunduk biasanya dibaca sambil mengambil sejumput tanah yang terdapat di bawah kaki kanan. Lalu, tanah tersebut dilemparkan ke arah depan tempat pawang atau dukun yang mengamalkan neurajah itu berdiri.
Adapun untuk neurajah pasu, pembacaannya dilakukan ketika sudah melewati tengah malam, bisanya digunakan oleh pencuri untuk membuat orang yang menjadi sasarannya tidak berdaya. Setelah membaca neurajah ini, peneliti meletakkan satu ember air di depan pintu rumah orang yang akan menjadi sasarannya.
Lantas, bagaimana dengan alunannya ketika membaca neurajah?
Hendri Azhar, dalam penelitiannya Jenis dan Fungsi Neurajah dalam Masyarakat Kluet, menyebutkan, neurajah dibaca dengan cepat dan suara yang agak berbisik tidak dapat didengar oleh orang yang duduk di dekatnya.
Untuk neurajah sawan, pawang atau dukun membacanya dengan suara yang nyaring dapat didengar.
Neurajah yang tidak berfungsi mengobati, seperti untuk melindungi diri, peuceungang, penunduk, pasu, dan untuk membuka pasu, alunan pembacaannya juga tidak dapat didengar karena dibaca dalam hati. Bunyi yang ditimbulkan dari neurajah itu memunculkan irama tertentu yang sangat mungkin berbau magis atau mendatangkan kekuatan gaib.[]