TERKINI
GAYA

Kata Dosen ISBI Aceh Soal Monolog Tjut Nyak Dhien

BANDA ACEH - Dosen Prodi Teater Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Rasyidin menilai pertunjukan Monolog Tjut Nyak Dhien yang dimainkan oleh artis Ine Febrianti secara…

DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 1 menit
SUDAH DIBACA 870×

BANDA ACEH – Dosen Prodi Teater Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Rasyidin menilai pertunjukan Monolog Tjut Nyak Dhien yang dimainkan oleh artis Ine Febrianti secara keseluruhan sangat bagus. Hanya saja, minimnya pencahayaan mempengaruhi keseluruhannya.

“Pencahayaan sangat mempengaruhi pertunjukan secara keseluruhan,” kata Rasyidin alias Wig, selepas pertunjukan Monolog Tjut Nyak Dhien di Gedung Dayan Dawood, Rabu, 9 Desember 2015, malam.

Wig datang ke pertunjukan Monolog Ine Febrianti bersama beberapa rekan dosen seni dan mahasiswa ISBI dari Jantho, Aceh Besar. Wig menilai, dalam monolog Ine ada kesan penonton hanya disuguhkan suara saja karena lampu yang samar dengan panggung terlalu besar.

“Alasan Mbak Ine untuk mengambil nuansa zaman dulu, itu sudah tepat. Hanya arena pencahayaan, penonton yang berada di belakang melihat samar-samar. Harusnya lampu lebih terang,” ujar Wig.

Namun, Wig dapat memaklumi apabila keberadaan tempat masih kurang dapat memfasilitasi pertunjukan Monolog Tjut Nyak Dhien oleh Ine Febrianti.[] (*sar)

 
 
SAFRIANDI A. ROSMANUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar