TERKINI
NEWS

Satukan Aspirasi, Geuchik di Lhoksukon Pilih Ketua Asosiasi

itu dilakukan untuk mempersatukan para geuchik agar kompak dalam hal penyelesaian perkara dan penyampaian aspirasi untuk kemajuan bersama.

NUSI P SEURUNGKENG Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 871×

LHOKSUKON – Puluhan geuchik ikuti pemilihan calon ketua Asosiasi Geuchik Aceh Utara (ASGARA) Kecamatan Lhoksukon di Gedung Panglateh, Selasa 8 Desember 2015. Hal itu dilakukan untuk mempersatukan para geuchik agar kompak dalam hal penyelesaian perkara dan penyampaian aspirasi untuk kemajuan bersama.

“Terdapat 49 geuchik yang hadir dari total 75 geuchik yang ada di Kecamatan Lhoksukon. Tampil sebagai Ketua terpilih Geuchik Alue Buket, Sulaiman dan Geusyik Meunasah Tengoh, Waisol sebagai sekretaris dengan perolehan 18 suara,” kata Mukim Lhoksukon Barat, drs H Azali Fuazi yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Pemilihan kepada portalsatu.com kemarin.

Ia menjelaskan, pasangan tersebut unggul setelah menyisihkan tiga pasangan lainnya. Masing – masing, Geuchik Babah Gedubang KM IV Basyir dan Geuchik Cot Glumpang Marzuki dengan 14 suara, Geuchik Alue Drien Ibnu Azwar dan Geuchik Bintang Hue Mawardi S.Sos dengan 12 suara, dan Geuchik Cot Glumpang Marzuki serta Geuchik Alue Buket Sulaiman dengan perolehan lima suara.

“Sebelumnya jabatan ketua dipegang mantan Geuchik Alue Buket, Tgk Jailani untuk periode 2010-2014. Kemudian berlanjut hingga 2015 sebagai plt ketua. Forum ini sangat kami butuhkan untuk mempersatukan aspirasi, sehingga para geuchik selalu kompak dalam mencarikan solusi dan menyelesaikan masalah yang ada,” ujarnya.

H Azali mengatakan, salah satu permasalahan yang dirasakan geuchik saat ini terkait adanya oknum wartawan yang melakukan pemerasan. Bahkan oknum tersebut tidak sungkan untuk menggertak dan menyuruh geuchik untuk mengambil uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk diserahkan kepada oknum wartawan yang bersangkutan.

“Dengan adanya forum ini maka kami berharap para geuchik lebih terbuka. Jika memang ada masalah mari sama-sama carikan solusi. Termasuk perihal oknum wartawan tersebut. Di sini para geuchik harus mempertanyakan kartu identitas (ID card) jelas jika ada wartawan yang datang untuk wawancara atau lainnya. Lihat juga masa berlakunya. Jika memang ada yang berbau pengancaman atau pemerasan, segera lapor ke pihak berwajib,” katanya yang mendapat anggukan dari para geuchik.[]

NUSI P SEURUNGKENG
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar