LANGSA – Salah satu mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Rusba yang dikenal dengan nama Raja King mengatakan jika bayang-bayang masa lalu tidak hilang begitu saja meski Aceh kini sudah damai. Pria berusia 39 tahun itu mengaku, hatinya diliputi rasa haru setiap kali peringatan milad GAM diperingati tiap tahunnya. Hal itu disampaikan Raja King pada portalsatu.com di sela-sela peringatan milad di Aramiyah, Kecamatan Birem Bayeun, Kamis, 3 Desember 2015.
Ia mengatakan, kenduri bersama yang digelar pihaknya untuk segala arwah mantan para kombatan yang telah gugur di masa konflik Aceh. Secara khusus ia mengatakan, peringatan milad setiap 4 Desember merupakan bagian dari nostalgia mereka dengan para pejuang, anak yatim para pejuang dan masyarakat.
Raja King berkisah, ketika peringatan 4 Desember diperingati di masa konflik dulu, ia mendapat tugas sebagai pemimpin upacara di manapun acara itu digelar. Perintah itu langsung dari almarhum Abusyik Teungku Ishak Daud, yaitu Panglima GAM Wilayah Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang. Raja King sendiri pernah lima tahun bersama almarhum Ishak Daud, karena ia salah satu pengawalnya masa itu.