TERKINI
FEATURE

Berlayar Bersama dan Atas Nama Garuda

Oleh: Vira Farhati Setelah tiga tahun mencoba, akhirnya di tahun 2016 Tuhan memperkenankan saya mengemban amanah sebagai salah satu perwakilan bangsa. Sebuah perjalanan yang diakui…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 4 menit
SUDAH DIBACA 871×

Oleh: Vira Farhati

Setelah tiga tahun mencoba, akhirnya di tahun 2016 Tuhan memperkenankan saya mengemban amanah sebagai salah satu perwakilan bangsa. Sebuah perjalanan yang diakui oleh para alumni merupakan unforgetable journey, once in a lifetime, dan life changing experience, deskripsi yang 100% saya setujui sepulang saya dari program tersebut.

Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program, sebuah program kepemudaan yang merupakan program kerjasama pemerintah Jepang bersama pemerintah 10 negara ASEAN yaitu Indonesia, Singapore, Thailand, Vietnam, Filipina, Myanmar, Cambodia, Laos, Malaysia, dan Brunei Darussala. Tujuan utama program ini ialah Friendship dan Mutual Understanding. Pelayaran sejauh 7985 miles mengarungi daratan dan lautan Jepang-Vietnam-Thailand-Singapore-Indonesia selama 52 hari bersama 320 pemuda Jepang-Asean dalam sebuah bahtera yang kami sebut rumah, MS Nippon Maru.

Menjalani proses seleksi provinsi, persiapan dan pembekalan oleh alumni di daerah, pelatihan terpusat di Jakarta. Total 6 bulan proses hingga hari dikukuhkan sebagai Duta Muda Indonesia yang mengenakan satu garuda di kepala dan tiga garuda di dada, yang setiap langkah kami ambil selama program akan kami pertanggungjawabkan atas nama bangsa. Kontingen Garuda 43, Indonesia Participating Youth for 43rd SSEAYP 2016 dengan komitmen memulai pelayaran bersama dan atas nama Bangsa Indonesia.

Discussion Grup– Belajar berdiplomasi dalam nuansa persahabatan

Discussion Group merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan di kapal. Salah satu tema besar yang diangkat ialah Youth Entrepreneurship. Tiap pemuda perwakilan Jepang-Asia Tenggara mempresentasikan kontribusi dan komitmennya dalam memajukan wirausaha di negaranya masing-masing. Dengan suasana grup yang begitu nyaman, masing-masing kami memaparkan berbagai data dan fakta, berbagi pengalaman, dan menginspirasi satu sama lain. Suasana diplomasi tanpa kompetisi, yang ada semangat saling menginspirasi.

Club Activity- Belajar menerima dan berbangga terhadap budaya

Tarian Yosakoi, seni melipat Furoshiki, Japanese Tea Ceremony, seni membuat Vietnamese Traditional Headpieces, adalah kebudayaan baru yang saya pelajari. Tarian Zapin muda-mudi Kepulauan Riau dan seni Kipas Nusantara adalah kebudayaan Indonesia yang kami perkenalkan. Tidak hanya mengetahui scara fisik bagaimana kebudayaan tersebut, namun juga filosofi dan makna dari kebudayaan tersebut juga menjadi fokus yang kami pelajari. Hingga di akhir periode, segala hal yang kami pelajari kemudian kami presentasikan di hadapan seluruh partispan.

National Presentation-Representasi kekayaan Indonesia

Kontingen Garuda 43 menyajikan sebuah stage performance selama dua jam full diatas panggung, total 17 macam penampilan budaya Indonesia dari Barat hingga Timur yang disajikan secara medley. Indonesia begitu kaya akan budaya, semua orang mengakui hal tersebut. Dua jam waktu yang diberikan oleh penyelenggara masih tidak cukup untuk menampilkan kekayaan budaya yang kita miliki. Namun karena semangat dan totalitas tim Indonesia dengan pembekalan yang begitu matang saat pre departure training di Jakarta oleh senior, penampilan kontingen Indonesia masih menjadi yang difavoritkan selama di kapal.  

Flag Hoisting Ceremony-Pengalaman berbeda hormat sangsaka

Setiap negara partisipan diberikan kesempatan masing-masing 2 jam di pagi hari untuk melaksanakan upacara bendera. Sepuluh macam upacara bendera dari 10 negara berbeda kami jalani secara khidmat, bentuk toleransi dan saling menghargai yang sangat nyata ketika kami juga diberi kesempatan mengiring bendera-bendera negara lain. Bagaimana kita menghargai lambang negara orang lain, begitulah mereka akan mengakui kehormatan negara kita. Prinsip dasar perdamaian dan persahabatan yang saya dapat selama program.

Indonesia Flag Hoisting Ceremony selama program mungkin merupakan moment hormat bendera merah-putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang kesekian kalinya sejak masa SD. Namun pagi itu tanggal 1 November 2016, saya bertugas membawa bendera Vietnam. Rekan saya Riko yang membawa sangsaka Merah-Putih keatas pentas. Saat bendera merah putih dikibarkan, lagu Indonesia Raya dinyanyikan, itulah moment yang sangat berbeda, rasa bangga yang tiada terkira. Saya dan rekan-rekan lainnya hormat bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya bukan di atas tanah, melainkan ditengah samudera.

Once Pys, Forever Pys

Saya pernah membaca sebuah quote ‘Get lost to find yourself’. Saya ‘tersesat’ di daratan dan lautan Jepang-Asia Tenggara, berada ditengah kehangatan persahabatan dalam sebuah rumah MS Nippon Maru. Pengalaman pertama saya keluar dari zona nyaman bumi ibu pertiwi. SSEAYP 2016 membuat saya menemukan diri saya yang begitu bangga terhadap Negara kelahiran saya. Dan kerinduan yang selalu memanggil memori di kepala tentang cerita dan cinta selama pelayaran.[]      

*Delegasi Indonesia untuk SSEAYP 2016

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar