TERKINI
NEWS

Respon Bupati Bireuen Saat Diajak Mencari Solusi untuk Listrik Aceh

BANDA ACEH - Pemadaman listrik di Aceh yang terjadi beberapa hari lalu memantik protes dari warga. Bahkan, pejabat daerah pun mengaku kesal dengan kondisi listrik…

SIRAJUL MUNIR Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 786×

BANDA ACEH – Pemadaman listrik di Aceh yang terjadi beberapa hari lalu memantik protes dari warga. Bahkan, pejabat daerah pun mengaku kesal dengan kondisi listrik byarpet tersebut.

Pihak kepala daerah di tingkat kabupaten kota bahkan diajak untuk sama-sama berfikir untuk mencari solusi terkait hal ini. Ajakan tersebut disampaikan Irwan Djohan selaku Wakil Ketua DPR Aceh.

Menyikapi hal ini, Bupati Bireuen, Ruslan M Daud, mengaku pihaknya hanya bisa memberikan saran kepada PT PLN (Persero) jika memang listrik bermasalah di daerahnya. Hal tersebut dikarenakan PT PLN merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang garis koordinasinya tidak berada di pemerintah daerah.

“Listrik itu seusai dengan di porsi dia (PLN), cuma kan hanya memberi saran. Oh sarannya seperti apa? Listrik jangan dikasih mati, kalau mati listrik kerugian bagi masyarakat dan sebagainya. Ini beda-beda dia, apa yang bisa kita bantu, kita bantu. Maksudnya kita yang bisa kan kita mohon, kita sarankan kepada pihak PLN, kalau bisa janganlah sebentar mati sebentar hidup. Itu kan sebenarnya merugikan masyarakat juga,” kata Ruslan menjawab portalsatu.com, Selasa, 11 April 2017.

Dia mengaku siap membantu jika memang diminta pro aktif untuk mencari solusi terkait kelistrikan di daerah ini. Namun, dia kembali menegaskan bahwa hal tersebut bukan porsi bupati.

“Kita bantu sosialisasi kepada masyarakat kalau memang ada tunggakan-tunggakan, tolong dilunasi dan lain sebagainya,” kata Ruslan.

Di sisi lain, Ruslan berharap PT PLN tidak memadamkan listrik tanpa alasan yang jelas. “Kalau bisa dijagalah supaya jangan bentar mati, bentar hidup,” ujarnya lagi.

Sementara terkait tunggakan listrik, Kabupaten Bireuen menurut Ruslan sudah membayarnya secara perlahan sejak 2008 lalu. 

“Itu kita memang ini, memang sudah berangsur-angsur kita lunasin, kita tidak ada masalah. Yang punya mulai tahun 2008, kalau tidak salah, sudah mulai dilunasi secara bertahap dan sampai yang punya tahun 2012 kita lunasi itu, tidak ada masalah,” kata Ruslan.

Bupati Bireuen ini juga mengaku akan siap jika dilibatkan dalam rapat mencari solusi kelistrikan daerah bersama kepala daerah lainnya di Aceh. Namun dirinya akan melihat terlebih dahulu agenda seperti apa yang akan dibahas dalam rapat para kepala daerah tersebut.

“Secara teknik kita tidak bisa ikut campur, itu kan urusan mereka. Kan salah kalau saya ngomong teknik, kan salah. Kita itu tidak tahu itu,” ujar Ruslan.[]

SIRAJUL MUNIR
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar