BANDA ACEH – Pemadaman listrik di Aceh yang terjadi beberapa hari lalu memantik protes dari warga. Bahkan, pejabat daerah pun mengaku kesal dengan kondisi listrik byarpet tersebut.
Pihak kepala daerah di tingkat kabupaten kota bahkan diajak untuk sama-sama berfikir untuk mencari solusi terkait hal ini. Ajakan tersebut disampaikan Irwan Djohan selaku Wakil Ketua DPR Aceh.
Menyikapi hal ini, Bupati Bireuen, Ruslan M Daud, mengaku pihaknya hanya bisa memberikan saran kepada PT PLN (Persero) jika memang listrik bermasalah di daerahnya. Hal tersebut dikarenakan PT PLN merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang garis koordinasinya tidak berada di pemerintah daerah.
Listrik itu seusai dengan di porsi dia (PLN), cuma kan hanya memberi saran. Oh sarannya seperti apa? Listrik jangan dikasih mati, kalau mati listrik kerugian bagi masyarakat dan sebagainya. Ini beda-beda dia, apa yang bisa kita bantu, kita bantu. Maksudnya kita yang bisa kan kita mohon, kita sarankan kepada pihak PLN, kalau bisa janganlah sebentar mati sebentar hidup. Itu kan sebenarnya merugikan masyarakat juga, kata Ruslan menjawab portalsatu.com, Selasa, 11 April 2017.
Dia mengaku siap membantu jika memang diminta pro aktif untuk mencari solusi terkait kelistrikan di daerah ini. Namun, dia kembali menegaskan bahwa hal tersebut bukan porsi bupati.
“Kita bantu sosialisasi kepada masyarakat kalau memang ada tunggakan-tunggakan, tolong dilunasi dan lain sebagainya,” kata Ruslan.