BANDA ACEH – Ketua definitif Nahdlatul Ulama Kota Banda Aceh, Teungku Rusli Daud, S.Hi, menilai penerapan syariat Islam di Banda Aceh terkesan lambat.
“Pertama dari segi pelaksana sendiri yang kurang serius,” ujar pria yang kerap disapa Waled Rusli di kalangan warga nahdiyin tersebut kepada portalsatu.com, Senin, 12 Oktober 2015.
Dia mengatakan selama ini masyarakat menilai ada ketidakwajaran dan banyak kekurangan dalam pelaksanaan syariat Islam di Banda Aceh. Selain itu banyak masyarakat beranggapan penerapan syariat Islam itu tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Hal tersebut, kata pimpinan Dayah Mishrul Huda Malikussaleh Gampong Lamjame Kecamatan Jaya Baru Banda Aceh ini, dapat menjadi pelajaran bagi pemerintah kota untuk memperbaiki penerapan syariat Islam di masa mendatang.
“Saya menyarankan dalam pelaksanaan syariat Islam ini, langkah awal adalah memberikan kepada masyarakat atau mengajak masyarakat ke syariat Islam itu sendiri. Sekarang kenapa masyarakat tidak melaksanakan syariat Islam, kadang-kadang mereka sendiri tidak mengerti apa itu syariat Islam,” katanya.