TAPAKTUAN – Tim pemenangan Irwandi YusufNova Iriansyah meminta polisi dan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh Selatan untuk bersikap netral dan adil dalam sengketa pilkada di daerah tersebut.
Seluruh persoalan yang timbul harus diselesaikan secara tegas dan cepat, sesuai aturan hukum yang berlaku. Sehingga persoalan serupa tidak terulang lagi ke depannya demi terciptanya Pilkada damai dan halal di daerah ini, kata Koordinator Tim Pemenangan Irwandi Nova Pantai Barat Selatan, Tgk Abrar Muda, dalam konfrensi pers dengan sejumlah wartawan di Tapaktuan, Jumat 13 Januari 2017.
Jumpa pers ini dilakukan usai tim Irwandi-Nova melaporkan secara resmi kasus pembakaran dan pengrusakan alat peraga kampanye milik mereka ke Panwaslih Aceh Selatan. Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Juru Bicara Tim Pemenangan Tgk Samsul Bahri alias Mamak, Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Tgk Abdullah, Ketua eks kombatan GAM Aceh Selatan Tgk Safrijal alias Gam gam, Ketua PNA Tgk Amri dan Ketua PDIP Aceh Selatan Zasrial.
Dalam kesempatan itu, Tgk Abrar Muda juga mengklarifikasi pernyataan pihak tim pemenangan Muzakir ManafTA Khalid di media massa, dalam menyikapi insiden di wilayah Trumon. Dia menilai pernyataan yang disampaikan seperti itu karena yang bersangkutan tidak melihat kronologis persoalan secara menyeluruh, melainkan setengah-setengah.
Sehingga terkesan dengan sengaja mengaburkan duduk persoalan yang terjadi sebenarnya, kata dia.
Abrar menyebutkan, insiden pengrusakan alat peraga kampanye milik Mualem-TA Khalid di Trumon Raya dan Bakongan Timur dikarenakan adanya upaya percobaan tindak kekerasan terhadap Tim IrwandiNova di daerah tersebut.
Selain ada percobaan tindak kekerasan, stiker IrwandiNova di sepeda motor tim kami tersebut juga telah lebih dulu dicopot. Bahkan, Tim Muzakir ManafTA Khalid bernama Mirsal alias Si Bos juga mengirim SMS dan menelpon tim IrwandiNova Kecamatan Trumon dengan nada ancaman dan ditantang untuk adu jotos. Karena sudah secara terus menerus diteror, akhirnya ratusan tim IrwandiNova datang ke Desa Keude Trumon mencari yang bersangkutan. Namun, dia sudah melarikan diri dan menghilang. Massa yang sudah tersulut emosi akhirnya merusak dan membakar APK Muzakir Manaf TA Khalid, ungkap Abrar Muda.
Abrar Muda mengaku insiden pengrusakan alat peraga itu untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Sementara Kapolres dan Dandim 0107 Aceh Selatan yang memfasilitasi perdamaian antarpendukung tersebut.