Orang Indonesia menyebutnya “resleting”. Alat penutup pakaian atau tas berupa deretan gerigi yang terbuat dari logam atau plastik ini, populer juga dengan “Zipper”.
Ternyata yang baku adalah ritsleting. Namun penulisan “resleting” lebih sering digunakan.
Dalam sebuah jajak pendapat melalui Twitter, lebih banyak yang memilih “resleting” untuk menyebut penemuan ratusan tahun lalu tersebut. Kemungkinannya, karena tiga deret huruf konsonan (-tsl-) sulit dilafalkan sehingga terasa lebih mudah mengabaikan huruf “t” pertama dalam kata “ritsleting”.
Kata yang digunakan dalam bahasa Indonesia ini diserap dari bahasa Belanda, ritssluiting (Jones, 2008, hlm. 267) dan baru “dibakukan” sebagai kosakata bahasa Indonesia pada KBBI IV (Pusat Bahasa, 2008, hlm. 1178). Itu sebabnya kata ini tidak ditemukan pada KBBI Daring yang datanya bersumber dari KBBI III.