TERKINI
TRAVEL

Pembunuh Rektor Belum Terungkap, Mahasiswi UIN Baca Puisi Ini

BANDA ACEH - Prof. Safwan Idris, Rektor Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry (UIN Ar-Raniry sekarang),  tewas ditembak OTK 16 tahun silam. Namun aktor pembunuhnya…

ADI GONDRONG Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 459×

BANDA ACEH – Prof. Safwan Idris, Rektor Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry (UIN Ar-Raniry sekarang),  tewas ditembak OTK 16 tahun silam. Namun aktor pembunuhnya sampai sekarang belum terungkap.

Memperingati kepergian guru besar tersebut, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry menggelar diskusi publik, Senin 19 September 2016, di Aula FAH.

Diskusi yang mengangkat tema “Mengenang Enam Belas Tahun Kepergian Prof. Safwan Idris” ini terbuka untuk umum. Diskusi itu menghadirkan dua pemateri yaitu Prof. Dr. M. Hasbi Amiruddin, M.A., dan Dr. Aslam Nur, M.A.

Di sela-sela diskusi tersebut diselingi dengan pembacaan puisi dari salah seorang mahasiswi UIN Ar-Raniry. Gadis yang bernama An Nurrahmi tersebut membaca puisi karangan Mustafa Bisri atau Gus Mus yang berjudul “Kinilah saat berterus terang”.

Isi puisi tersebut sangat sesuai dengan tema diskusi. Dibacakan dengan penuh penghayatan, puisi itu pun terdengar sangat dramatik. Berikut puisi yang dibacakan itu:

Kinilah saat berterus terang
Oleh Gus Mus

Setelah sekian lama
kita dihimpit gelap kabut
ditindih rasa takut
setelah sekian lama
kita digoncang deru angin
setelah semua kata-kata
hanya menggumpal dalam dada
setelah semua merasa lara
kinilah saatnya berterus terang
jangan tutupi kebenaran
agar dunia tetap terang
jangan tutupi kesalahan
biar dada tetap lapang
kinilah saatnya berterus terang

jangan biarkan rasa takut
membuatmu menjadi munafik dan pengecut
cahaya kebenaran telah datang
kinilah saatnya berterus terang

marilah kita bicara laiknya saudara
jangan lagi kita biarkan
kepentingan merekayasa kita
menyumbat makna
tumpukan kata menyuburkan dendam
tumpukan keluhan meledakkan dada
dan akhirnya dendam membakar segalanya

kinilah saatnya berterus terang
setelah sekian lama
kita saling terkam bagai serigala
masihkah tersisa kemanusiaan kita?
setelah sekian lama
kebencian antara kita membara
masihkan kita bersaudara?

1998

[]

ADI GONDRONG
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar