TERKINI
GAYA

Esperanto, Satu Bahasa untuk Dunia

Ada juga penutur asli Esperanto yang digunakan oleh orang tua yang menggunakan bahasa itu sebagai bahasa pengantar. Banyak karya sastra ditulis dalam Esperanto, yaitu 8.400 judul yang mencakup pula terjemahan…

M FAJARLI IQBAL Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 4 menit
SUDAH DIBACA 1.7K×

Esperanto, ini lagi salah satu bahasa buatan yang diciptakan agar menjadi bahasa universal, dapat dipakai oleh seluruh masyarakat dunia yang berbeda latar belakang bahasa untuk berkomunikasi.

Esperanto diciptakan pada 1887 sebelum VolapÜk benar-benar mati. Penciptanya adalah Dr. Ludwik Zamenhof, seorang dokter Polandia yang dibesarkan di Kota Bialystok. Kota ini merupakan tempat warga Polandia, Lituhania, Ukraina, Jerman, dan Yahudi tinggal bersama dalam suasana permusuhan.

Dokter itu mempelajari situasi lingkungan hidupnya dan menyimpulkan bahwa sumber utama pertengkaran di antara warga adalah masalah bahasa. Dia juga percaya bahwa bahasa universal akan dapat membawa perdamaian dan saling pengertian.

Esperanto menggunakan kosakata dari bahasa Inggris, Jerman, Latin, dan bahasa-bahasa Romanika dengan penekanan utama pada kelompok bahasa Romanika, seperti bahasa Latin.

Dengan mengambil pelajaran pada bahasa VolapÜk yang rumit, Esperanto berusaha diciptakan secara sederhana. Gramatika dasar Esperanto terdiri dari enam belas kaidah saja. Karena kesederhanaannya, bahasa tersebut dapat dipelajari dalam beberapa jam.

Di bidang kelas kata, misalnya, nomina dalam bahasa Esperanto selalu diikuti oleh huruf /o/. Contoh berikut menunjukkan dekatnya hubungan bahasa Latin dengan Esperanto. Aqua dalam bahasa Latin yang bermakna ‘air’, dalam bahasa Esperanto disebut akvo, domus ‘rumah’ dalam bahasa Latin menjadi domo dalam bahasa Esperanto.

Bukan hanya dari bahasa Latin, kata-kata bahasa Esperanto juga diserap dari bahasa Inggris, misalnya birdo yang diambil dari bahasa Inggris, bird ‘air’, demikian pula dengan rivero yang dalam bahasa Inggris adalah river yang bermakna ‘sungai’.

Salah satu karakteristik Esperanto adalah keterbukaannya pada kata-kata baru, misalnya tank, parachuie, transistor, dan nazi dalam bahasa Inggris, menjadi tanko, parasuto, transistor, nazio dalam bahasa Esperanto.

Karakteristik kedua Esperanto adalah taat asas dalam pembentukan kata. Kalau nomina berakhir dengan /o/, semua adjektiva berakhir dengan /a/, misalnya bona hundo ‘anjing yang bagus’, bela domo ‘rumah yang bagus’.

Semua adverbia berakhiran dengan /e/, misalnya bele ‘secara indah’, forte ‘dengan kuat’. Bentuk jamak nomina dan adjektiva selalu berakhiran dengan /j/.

Pemakaian Esperanto dalam kalimat misalnya sebagai berikut:

La astronomo, per speciala teleskopa fotografas la sunon (Astronom, dengan menggunakan teleskop khusus, memfoto matahari, bulan, dan planet).

Modernaj delikataj instrumentoj permesas la detalan ekzamenon de la strukturo de la atomo (Peralatan modern dan canggih memungkinkan pengkajian struktur atom secara rinci).

La teorio the Einstein, la nova principo de relativeco, presentas komplikan problemon. (Teori Einstsein, prinsip bari relativitas, menyajikan masalah yang rumit).

Usia Esperanto telah lebih dari 100 tahun. Bahasa Esperanto juga pernah dikongreskan dalam “Kongres Dunia Esperanto”. Para pendukung Esperanto mengadakan Kongres Universal tahunan. Dalam pekan raya dunia di Brussel disediakan penerjemah Esperanto. Bahasa buatan ini masih hidup hingga kini.

Menurut Dr. William Solzbacher, salah seorang tokoh Esperanto terkemuka di Amerika Serikat, terdapat lebih dari lima puluh publikasi di lima belas negara memuat artikel atau ringkasan dalam Esperanto. Sekitar 145 buletin diterbitkan dalam bahasa itu.

Lima belas stasiun radio di Roma, Paris, Wina, Warsawa, Sofia, Valensia, Karakas, Pyongyang, dan kota-kota besar lainnya menyiarkan program dalam Esperanto.

Suara Amerika menggunakan Esperanto dalam empat seri materi program siaran dan telah menerima 2000 surat dalam Esperanto dari 91 negara. Esperanto diajarkan di sekitar 700 sekolah di empat puluh negara. Ketika Universitas Leningrad menawarkan ceramah dalam Esperanto, tawaran itu disambut oleh peminat yang membludak.

Meski anggota organisasi Esperanto hanya sekitar 110.000 orang, lebih dari 1 juta orang menggunakan Esperanto. Ada juga penutur asli Esperanto yang digunakan oleh orang tua yang menggunakan bahasa itu sebagai bahasa pengantar. Banyak karya sastra ditulis dalam Esperanto, yaitu 8.400 judul yang mencakup pula terjemahan Injil.

Tidak semua pengikut Esperanto setia pada Esperanto versi aslinya. Sebuah komisi internasional pengikut Esperanto menyarankan adanya perubahan dalam bahasa itu, tetapi ditolak Dr. Zamenhof sehingga pendukung Esperanto pecah menjadi dua kelompok, yaitu konservatif dan progresif.

Kelompok konservatif tetap menggunakan Esperanto asli, progresif menggunakan bentuk perubahan bahasa Esperanto yang disebut Ido.

Bersambung…[]

M FAJARLI IQBAL
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar