Bangsa Aborigin-Australia atau pribumi-Australia adalah penduduk asli/awal benua Australia dan kepulauan di sekitarnya, termasuk juga mencakup Tasmania dan kepulauan selat Torres.
Bentuk fisik orang Aborigin-Australia mirip orang Papua karena memang keturunan orang Papua yang menjelajah ke benua Australia, sekitar 40.000 tahun lalu. Dalam perkembangannya, bentuk fisik mereka saat ini rata-rata lebih kecil dan lebih pendek daripada orang Papua. Rambut mereka juga keriting, tetapi sebagian warnanya sudah kemerah-merahan atau cokelat pucat, sedangkan warna kulit mereka gelap.
Dari segi bahasa, bangsa ini punya keunikan. Salah satunya adalah di bidang angka.
Bahasa kuno Aborigin di Australia ternyata hanya mengenal angka sampai 5. Namun, belakangan bahasa ini berkembang dan kata untuk angka 7, misalnya, merujuk pada bentuk bumerang.
Demikian terungkap dalam laporan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam JurnalProceedings of the Royal Society B, Rabu (16/9).
Penelitian ini mengungkapkan bahwa bahasa kuno penduduk Australia tidak statis, tetapi menyesuaikan diri pada kebutuhan terhadap kata-kata baru.
Penelitian ini merupakan kolaborasi yang dipimpin Professor Claire Bowern dan Kevin Zhou dari Yale University.
Dr. Bowern, yang merupakan lulusan Australian National University, menggunakan data yang ia kumpulkan selama 8 tahun berupa 750 ribu kata yang dipergunakan oleh sekitar 400 bahasa Aborigin.
Penelitian ini fokus pada sistem angka dalam rumpun bahasa Pama-Nyungan, yang mencakup hampir 70 persen bahasa asli Australia.
Tim peneliti menerapkan metode analisis yang biasa dipergunakan dalam bidang biologi evolusi untuk merekonstruksi asal-usul bahasa Aborigin saat ini.