TERKINI
NEWS

Yayasan Permata Atjeh Peduli Kunjungi Pasangan Tunanetra

JANTHO - Yayasan Permata Atjeh peduli (YPAP) bersama dengan Lembaga Pemberdayaan Disabilitas Aceh (LPDA) pada tanggal 11 Mei 2016 melakukan kunjungan sosial dalam aksi Mualem…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 860×

JANTHO – Yayasan Permata Atjeh peduli (YPAP) bersama dengan Lembaga Pemberdayaan Disabilitas Aceh (LPDA) pada tanggal 11 Mei 2016 melakukan kunjungan sosial dalam aksi Mualem Peduli ke rumah Razali (65 tahun) dan nuraini (53 tahun) merupakan pasangan suami/istri dari disabilitas tunanetra yang beralamat di Gampong Lam Neuhen, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka membuka usaha pijat, namun sayangnya dalam 1 bulan terkadang tidak ada 1 pasien pun yang mengunjungi usaha pijat mereka hal ini karena tempat usaha yang terlalu jauh dan mereka tidak mampu untuk menyewa rumah atau toko di lokasi pinggiran kota. 

Mirisnya lagi mereka tidak pernah mendapat bantuan sama sekali dari pemerintah kecuali beras raskin yang mereka dapati itupun dengan hak dan prosedur yang sama dengan masyarakat lain, dan selama ini biaya kehidupan mereka hanya dari bergantung dari kebaikan masyarakat sekitar.

Rumah yang mereka tempati ini juga hanya warisan orang tua yang kondisi juga sudah mulai lapuk di makan usia. Beberapa tahun yang lalu Nuraini pernah menderita tumor ganas di rahim tapi sudah dioperasi namun dia masih memerlukan biaya untuk chek up.

Pasangan suami istri ini tidak mau mengemis di jalan atau warung-warung seperti yang digeluti sebagian para disabilitas hanya karena menurut mereka itu perbuatan yang malu dan juga merupakan pesan dari orang tua mereka selama hidup dulu untuk jangan pernah menjadi pengemis. 

Pasangan suami istri disabilitas tunanetra ini sangat berharap bantuan rumah, BLT dan bantuan hidup lainnya ungkap Razali dengan penuh haru.

Chaidir, Direktur Yayasan Permata Atjeh Peduli, mengatakan pasangan tersebut adalah selumit kisah disabilitas Aceh di daerah terpencil dan masih ada ribuaan lagi disabilitas senasib.

“Hari ini kita mencoba membantu meringankan beban mereka dengan  memberikan bantuan tunai untuk kebutuhan hidup mereka dan kegiatan ini didukung penuh oleh Mualem,” katanya. 

YPAP akan memberikan laporan langsung kepada Wakil Gubernur Aceh hingga bisa ditindak lanjuti dan YPAP juga akan melakukan koordinasi dengan Atjeh Connection Foundation.

“Kami berharap semua pihak dapat memberi dukungan demi kesejahteraan disabilitas karena mereka memiliki hak yang sama sesuai dengan Undang – undang RI no.19 tahun 2011,” kata Chaidir dalam siaran persnya.[]

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar