SIGLI - Sikap tidak transparan ditunjukkan Kabid Produksi Hortilkultura Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Pidie, TM, saat sejumlah wartawan mewawancarainya terkait program bantuan kelompok…
SIGLI – Sikap tidak transparan ditunjukkan Kabid Produksi Hortilkultura Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Pidie, TM, saat sejumlah wartawan mewawancarainya terkait program bantuan kelompok tani tahun ini, Kamis, 12 Mei 2016.
Amiruddin, salah seorang wartawan media harian terbitan lokal kepada portslsatu.com, mengatakan, ia bersama dua wartawan lainnya, Salman dan Jefri, mewawancarai TM di ruangan kerja kabid tersebut. Awalnya, kata Amiruddin, TM menjelaskan bahwa bantuan itu merupakan program pemerintah pusat yang diberikan kepala kelompok yang sudah diverifikasi.
Namun, kata Amiruddin, ketika pihaknya menanyakan data tentang jumlah dan nama-nama kelompok penerima bantuan itu, pejabat tersebut malah bersikap aneh. Siapa-siapa kelompok penerima, tidak perlu saya kasih tahu sama wartawan karena itu bukan tugas wartawan, kata Amiruddin menirukan pernyataan TM.
Pejabat itu juga menantang wartawan untuk menulis komentarnya. Nyoe kaleuh katanyoeng, katuleh, lon hana yo ngen jabatan, tegas dia.
Amiruddin dkk., lantas meninggalkan ruangan kerja TM yang baru beberapa bulan lalu dilantik oleh Bupati Sarjani sebagai Kabid Produksi Hortikultura Distannak.
Salman dan Jefri menilai pejabat tersebut telah menghalangi tugas jurnalistik dan terkesan bersikap arogan terhadap jurnalis/wartawan. Pejabat itu juga dinilai mengabaikan UU tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Terkait hal itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pidie Rahmad Idris meminta Bupati Pidie mengevaluasi oknum pejabat Kabid Produksi Hortikultura, TM yang dinilai arogan terhadap wartawan saat mewawancarai terkait program bantuan kelompok tani.
Bupati Pidie harus mengevaluasi setiap pejabat di dinas-dinas, sehingga pejabat tersebut benar-benar menjalankan fungsinya sebagai pelayan publik, kata Rahmad.
Wakil Bupati Pidie M. Iriawan, S.E., ketika dihubungi melalui ponselnya, mengaku akan memanggil pejabat tersebut. Saya akan panggil pejabat bersangkutan termasuk kadisnya untuk saya beri teguran dan nasihat agar tidak bersikap tertutup dengan wartawan. Dan saya akan mengambil tindakan tegas jika pejabat tersebut menutupi informasi kepada publik, kata Iriawan yang mengaku sedang kunjungan kerja ke Aceh Barat.
Iriawan menyebut selama ini dirinya tidak pernah menolak wartawan yang ingin mewawancarainya, baik siang maupun malam. Sebab ia menyadari peran penting wartawan untuk kepentingan publik dan daerah. Mestinya, kata dia, sikap terbuka Bupati dan Wabup Pidie kepada wartawan dapat menjadi contoh bagi para pejabat di dinas-dinas setempat. Saya mohon maaf atas sikap pejabat saya terhadap rekan-rekan jurnalis. Mungkin itu bukan unsur kesengajaan dari bawahan saya, ujar Wabup.[]