TERKINI
TAK BERKATEGORI

Genjot Pertanian, Pemerintah Jalankan Program Cetak Sawah Baru dan Optimalisasi Lahan

LHOKSUKON - Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh setiap tahun menjalankan program cetak sawah baru atau perluasan lahan baru. Selain itu juga dijalankan program optimalisasi lahan…

NUSI P SEURUNGKENG Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 1 menit
SUDAH DIBACA 1.1K×

LHOKSUKON – Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh setiap tahun menjalankan program cetak sawah baru atau perluasan lahan baru. Selain itu juga dijalankan program optimalisasi lahan untuk sawah yang sudah pernah dicetak, tapi telah ditinggal bertahun-tahun atau terbengkalai.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh, Prof Dr Ir Abubakar Karim, usai kegiatan tanam padi perdana di Gampong Blang Aman, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis, 12 Mei 2016. Dikatakan, di Aceh terdapat dua jenis sawah, yakni sawah irigasi dan sawah tadah hujan.

“Permasalahan terbesar adalah hampir 40 persen sawah yang ada merupakan jenis tadah hujan. Di Aceh terdapat 320.000 lahan/sawah. Sebanyak 294.000 Ha telah ditanami, sedangkan sisanya 26.000 Ha merupakan lahan tidur,” ujarnya.

Disebutkan, lahan tidur inilah yang didorong untuk pemanfaatan kembali. Dalam hal itu Pemerintah Aceh telah menjalankan program cetak sawah baru atau perluasan lahan dan optimalisasi lahan untuk sawah yang pernah dicetak dan masih nampak pematangnya, namun telah lama ditinggalkan.

“Program optimalisasi lahan itu berjalan setiap tahun, hanya saja tidak seluas program perluasan lahan (sawah),” katanya.[]

NUSI P SEURUNGKENG
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar