BANDA ACEH – Para pencinta sastra di Banda Aceh sepakat membuat acara membaca puisi keliling bertema Kota Puisi pada setiap pekan di wilayah Banda Aceh dan sekitar. Acara tersebut diikuti oleh para penulis dan akan dilaksanakan di Taman baru, Ulee Lheue, Banda Aceh mulai Minggu, 1 November 2015 sekitar pukul 15:30 – 17:30 WIB.
Pengajar seni, Muhammad Rain atau Muhrain dan Rasyidin atau Wig menyatakan akan ikut acara Kota Puisi. Mereka turut mengajak beberapa orang anggotanya. Hal serupa juga dilakukan budayawan muda Aceh, Herman RN.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Komunitas Kanot Bu, Komunitas Jeuneurop, dan Sekolah Hamzah Fansuri. Komunitas menulis yang telah lebih lama, seperti Forum Lingkar Pena dan Sekolah Menulis Do Karim dan para sastrawan lain akan diundang ikut serta.
Perancang acara Kota Puisi, Thayeb Loh Angen, mengatakan acara tersebut bertujuan untuk memasyarakatkan sastra. Selain itu, kegiatan ini sekaligus membuat sastra, terutama puisi dan penyairnya atau sastrawan, berguna bagi masyarakat secara langsung.
Untuk sementara, acara membaca puisi secara keliling di setiap pekan ini, kunamakan Kota Puisi. Namun, pada acara pertama 1 November 2015, akan dimusyawarahkan dengan rekan penyair yang ikut, apa nama dan bagaimana pola bakunya, kata Thayeb melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Senin, 26 Oktober 2015.
Penulis novel Aceh 2025 ini awalnya merencanakan para peserta hanya membaca puisi karya pribadi saja. Namun banyak pihak yang kemudian menyarakan agar turut membaca karya anggota per komunitas.
Disarankan pula, sebaiknya dibaca juga puisi karya para sastrawan lain yang tidak ikut di acara, bahkan karya sastrawan masa silam pun dibaca. Dan, itu luar biasa, saya setuju. Saran mereka lebih hebat, kata Thayeb yang juga pengurus Sekolah Hamzah Fansuri.