BANDA ACEH – Mantan Deputy Kesehatan Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Jamaluddin, SE, meminta elite mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tidak berebut kursi kekuasaan. Hal ini disampaikannya melalui siaran pers kepada portalsatu.com, Senin, 26 Oktober 2015.

“Mari kita renungkan, sekian lama perang di Aceh, Aceh porak poranda. Banyak sektor hancur karena perang, banyak anak-anak muda putus sekolah. Berapa banyak sektor ekonomi hancur,” ujarnya.

Dia menganjurkan agar para pemimpin (eks-)GAM memperbaiki dulu kehancuran tersebut sebagai tanggung jawab terhadap rakyat. 

“Jangan asyik ribut di saat Pilkada. Pilkada 2006, GAM pecah, Pilkada 2012, PA pecah. Malah teman sendiri jadi korban. Dimana hati nurani kita sebagai pemimpin? Menjelang Pilkada 2017, PA pecah lagi. Ulah siapa lagi ini,” katanya.

“Kita selaku pelaku perang di Aceh harus malu. Kesejahteraan rakyat Aceh belum mampu kita wujudkan,” ujarnya lagi.

Dia mengajak semua eks-GAM untuk menyelesaikan tanggung jawab terhadap rakyat. Dia juga berharap para elite mantan GAM bersatu untuk membangun Aceh yang bermartabat.

“Dengan negeri yang makmur akan tercipta keamanan. Dengan kecerdasan, bangsa (Aceh) akan jadi bangsa yang hebat,” kata Jamaluddin.[] (bna)