JAKARTA – Pemerintah membuka kesempatan bagi investor gula, baik investor dalam negeri maupun luar negeri menanamkan modalnya di Indonesia. Saat ini, Kementerian Pertanian (Kemtan) menawarkan lahan tebu seluas 55.000 hektare (ha) kepada para investor tebu asal Tiongkok.
Lahan tebu yang ditawarkan terletak di Aceh Tengah seluas 35.000 ha dan di Kabupaten Bener Meriah seluas 20.000 ha. Daerah ini merupakan hasil pemekaran dari Aceh Tengah.
Ketua Upaya Khusus (Upsus) Investasi Pertanian Kemtan Syukur Iwantoro, lahan yang ditawarkan kepada investor China tersebut sebelumnya sempat diberikan kepada investor India.
Tapi karena tidak diteruskan, maka pemerintah menyerahkannya kepada investor China. “Lahan tebu di Aceh Tengah itu, malah sebagian sudah dalam proses pengurusan sertifikat Hak Guna Usaha (HGU),” kata Syukur kepada KONTAN, Selasa (1/12)
Pekan ini, tim Upsus Investasi Pertanian akan mengecek keberadaan dan kondisi lahan tersebut bersama investor dari China.
Menurut Syukur, investor dari China memang menginginkan lahan tebu di daerah Aceh Tengah karena dinilai strategis untuk mengekspor gula.