MEDAN – Sebanyak 21 camat se-Kota Medan, Sumatera Utara, diperiksa penyidik Kejaksaan Agung pada Jumat, 20 November 2015.
Pemeriksaan itu terkait dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) yang menyeret Gubernur nonaktif Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat, Edy Sofyan, sebagai tersangka.
Pemeriksaan itu dilakukan di ruang aula Kejaksaan Negeri Medan di Jalan Adinegoro, Kota Medan. Pemeriksaan untuk memverifikasi lembaga atau pihak-pihak penerima dana bansos.
Ketua Tim Satuan Tugas Khusus Kejaksaan Agung, Viktor Antonius, mengatakan bahwa jika ditemukan lembaga penerima bansos fiktif maka akan dibuat di berita acara pemeriksaan para camat.
“Sejauh ini kita sudah memeriksa 80 saksi, katanya.
Sejumlah camat yang hadir menolak memberikan keterangan tentang pemeriksaan itu. Mereka memilih pergi meninggalkan awak media setelah menjalani pemeriksaan.
Istri pertama