SIGLI – Sekitar 20.600 meter tebing daerah aliran sungai (DAS) Krueng Baro, Krueng Tiro dan Krueng Tangse mengalami longsor akibat banjir pekan lalu. Hal tersebut diketahui berdasarkan laporan dari pihak kecamatan dan hasil pendataan tim kabupaten sehari setelah banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi, S.Sos., kepada portalsatu.com, Sabtu, 5 Desember 2015, mengatakan pihaknya sudah membuat rekap data sementara terkait kerusakan akibat banjir. “Kalau untuk DAS longsor tergolong panjang di tiga sungai yang meluap saat banjir,” jelasnya.

Berdasarkan data dari BPBD, longsor terjadi di sejumlah kecamatan yang berada di sepanjang aliran sungai seperti Kecamatan Kota Sigli, Pante Teungoh 30 meter, Tanjong Krueng 30 meter, Pante Teungoh 50 meter keduanya berada di Kecamatan Kota Sigli.

Di kawasan Kecamatan Tangse Blang Malo 2.000 meter, Beungga 3.000 meter, Blang Bungoeng 3000 meter, Krueng Meriam 500 meter, Alue Caloeng 2000 meter, Lhok Keutapang 2000 meter, Pulo Loe 2000 meter.

Di Kecamatan Keumala meliputi Desa Tunong 100 meter, Pako 40 meter, Pulo Baro 20 meter, Papuen Lincah 80 meter. Kecamatan Titue Desa Lingkoek 15 meter, Asan Tung Peudeng 50 meter, Mesjid Tung Peudeng 100 meter, Alue 50 meter, Pulo Loeh 30 meter dan Pulo Raya 20 meter.

Mutiara Timur, Desa Simbe 200 meter, Rambot Adan 75 meter, Ulei Tutue 1200 meter, Jojo 500 meter, Reubat 500 meter. Kecamatan Indra Jaya ada tiga titik Das rusak, Pante Garot 25 meter, Meunasah Blang 14 meter dan Dayah Muara 39 meter.

Kecamatan Tiro sepanjang 2800 meter Das longsor yang meliputi Dayah Kuta Baro 300 meter, Dayah Baroh 400 meter, Pulo Tambo 500 meter, Meunasah Mancang 300 meter, Lhok Igueh 300 meter, Blang Rikhui 700 meter dan Panton Beunoet 300 meter.

Di Kecamatan Delima ada dua tempat Das longsor, yakni Keutapang Aree 30 meter dan Keureumbok 105 meter. Sedang di Kecamatan Pidie cuma di dua lokasi terjadi longsor Das, Tumpok Lawueng sepanjang 8 meter dan Lhok Keutapang 20 meter.[]

Laporan Zamah Sari