Taman Nasional Gunung Leuser lagi santer dibicarakan karena kunjungan aktor Hollywood, Leonardo Dicaprio. Berikut, 10 fakta taman nasionalnya yang harus Anda tahu.
Dilihat detikTravel dari situs resmi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Selasa (29/3/2016) Leonardo DiCaprio datang bersama teman-temannya, aktor Adrien Brody, Fisher Stevens dan sejumlah kru. Mereka melihat langsung keanekaragaman flora dan fauna di sana, seperti gajah sumatera dan orang utan. Petualangannya ke TNGL, adalah untuk mendukung kegiatan konservasi di seluruh dunia termasuk Indonesia.
Dihimpun detikTravel dari situs resmi TNGL, website resmi pariwisata Indonesia (indonesia.travel) dan website resmi Departemen Kehutanan, berikut 10 fakta Taman Nasional Gunung Leuser:
1. Berada di dua provinsi
Taman Nasional Gunung Leuser punya luas 1.094.692 hektar. Secara administrasi, taman nasional ini berada di dua provinsi yakni Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
10 Kabupaten/kota yang mengelilingi Taman Nasional Gunung Leuser adalah Gayo Lues, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Kota Subulussalam, Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Dairi, Karo, Deli Serdang, dan Langkat. 4 Nama terakhir, berada di Sumatera Utara.
2. Punya 2 status internasional
Taman Nasional Gunung Leuser menyandang 2 status yang berskala global yaitu sebagai Cagar Biosfer pada tahun 1981 dan sebagai World Heritage pada tahun 2004. Kedua status tersebut ditetapkan oleh UNESCO dan World Heritage Committee atas usulan pemerintah Indonesia setelah melalui rangkaian proses seleksi yang ketat.
Cagar Biosfer didefinisikan sebagai kawasan ekosistem daratan atau pesisir yang diakui oleh Program Man and the Biosphere UNESCO (MAB-UNESCO) untuk mempromosikan keseimbangan hubungan antara manusia dengan alam.
Sedangkan World Heritage, disematkan oleh UNESCO dalam World Heritage Convention (Konvensi Warisan Dunia) yang berlangsung di Suzhou, Cina, pada tanggal 27 Juni sampai 7 Juli 2004. Taman Nasional Gunung Leuser menyusul Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Komodo dan Taman Nasional Lorentz yang lebih dulu menyandang predikat World Heritage.
3. Laboratorium alam
Taman Nasional Gunung Leuser merupakan laboratorium alam yang kaya keanekaragaman hayati. Taman nasional ini merupakan habitat sebagian besar fauna, mulai dari mamalia, burung, reptil, ampibia, ikan, dan invertebrata.
Terdapat 380 spesies burung dan 205 spesies mamalia di sana. Sayang, beberapa faunanya masuk dalam daftar hewan yang dilindungi seperti orang utan Sumatera (Pongo abelii), harimau Sumatera (Panthera tigris), badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), tapir (Tapirus indicus) dan gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus).
“Hutan hujan di dataran rendah Indonesia khususnya ekosistem Leuser merupakan sisa habitat terbaik di dunia untuk Gajah Sumatera yang terancam punah. Di hutan ini, gajah purba bermigrasi dan masih ada sekawanan gajah liar di Sumatera. Tapi, perkebunan sawit memecah belah ekosistem hutan dan memotong migrasi gajah, sehingga sulit bagi keluarga gajah untuk menemukan sumber makanan yang cukup dan air,” tulis Leo (panggilan Leonardo Dicaprio), seperti dikutip dari fanpage pribadinya.
. 4 Juta orang bergantung pada Taman Nasional Gunung Leuser
Taman Nasional Gunung Leuser menyediakan suplai air bagi 4 juta masyarakat yang tinggal di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara. Hampir 9 kabupaten tergantung pada jasa lingkungan taman nasional ini, yaitu berupa ketersediaan air konsumsi, air pengairan, penjaga kesuburan tanah, mengendalikan banjir, dan sebagainya.
Hal itu menunjukkan bahwa peran dan fungsi kawasan hutan di ekosistem Taman Nasional Gunung Leuser sangat besar dalam mendukung sistem penyangga kehidupan (life support system) dan keberlanjutan pembangunan (sustainable development).
5. Hutan dan cagar alam
Saking luasnya Taman Nasional Gunung Leuser, di dalamnya terdapat beberapa jenis hutan dan cagar alam. Mengutip situs resmi pariwisata Indonesia, hutan-hutan yang ada di sana adalah hutan bakau, hutan rawa, hutan hujan dataran rendah, hutan lumut, dan hutan subalpine.
Dengan berbagai ekosistem, taman nasional ini sebenarnya merupakan kelompok berbagai cagar alam dan hutan, yaitu Cagar Alam Gunung Leuser, Kappi Cagar Alam, Cagar Alam Kluet, Sikundur-Langkat Wildlife Reserve, Ketambe Research Station, Singkil Barat, dan Dolok Sembilin.