BANDA ACEH – Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Informasi Aceh (KIA) periode 2016-2020 sejak awal memandang penting adanya dukungan publik untuk terlibat secara aktif dalam proses menjaring calon komisioner baru tahun ini. Atas dasar tersebut, tim seleksi (timsel) sudah mengambil kebijakan membuka tahapan wawancara yang dilakukan langsung oleh timsel.
Bagi tim seleksi, hal ini juga sebagai upaya strategis guna memastikan komisioner baru KIA periode mendatang yang benar-benar berintegritas dan memiliki kapasitas yang baik, ujar anggota Timsel Calon Anggota KIA Raihal Fajri melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Kamis, 7 April 2016.
Raihal Fajri menyebutkan, KIA merupakan lembaga negara yang pembentukannya sebagai amanat UU Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Dengan fakta tersebut, sebuah keniscayaan apabila proses ini juga dilakukan secara terbuka. Paradigma ini menjadi perhatian serius tim seleksi sehingga nantinya terjaring sejumlah calon komisiner KIA yang punya kapasitas dan integritas, yang akan disampaikan kepada DPRA untuk dilakukan uji kelayakan dan kepatutan, katanya.
Menurut dia, sejak 6-7 April 2016, para calon komisioer KIA mengikuti ujian tulis psikotes dan dinamika kelompok. Pada hari pertama berlangsungnya ujian ini, Rabu (kemarin), dari 25 calon yang lulus ujian tulis sebelumnya, dua orang di antaranya tidak mengikuti ujian psikotes tersebut. Sedangkan tahapan wawancara akan dilaksanakan pada 8-9 April 2016 di Aula Dishubkomintel Aceh, Jalan Mayjen T. Hamzah Bendahara No. 52, Kuta Alam, Banda Aceh.
Wawancara pada hari Jumat dan Sabtu tersebut menjadi titik krusial yang menentukan bagaimana kiprah KIA periode selanjutnya, ujar Raihal Fajri.
Raihal Fajri menyebut agar proses wawancara yang terbuka kepada publik tersebut berlangsung dengan baik, timsel sudah menetapkan tata tertibnya. Tata tertib dimaksudkan agar wawancara terbuka dapat berjalan lancar, seperti mengisi daftar hadir pengunjung dengan menunjukkan identitas yang berlaku, bersikap tertib dan tetap menghormati proses yang sedang berlangsung, dan dibolehkan merekam atau mengambil gambar/foto dengan tetap memerhatikan ketertiban.
Pada tahapan wawancara ini, calon komisioner diwajibkan untuk mempresentasikan visi dan misi calon komisioner sebagai gagasan tentang apa yang akan dilakukan bila terpilih nantinya. Oleh karena itu, bagi kelompok CSO, perguruan tinggi, jurnalis, atau kelompok-kelompok lainnya dapat hadir apabila ingin melihat secara langsung proses wawancara selama dua hari tersebut, kata Raihal Fajri.[] (rel)