BANDA ACEH – Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, T. Syakur mengatakan, pembentukan BPMA sangat menguntungkan bagi Aceh dan menjadi “buah” perjuangan selama 30 tahun konflik bersenjata.

“Kita harus bahu membahu untuk membangun BPMA ini. Jangan sampai Pemerintah Pusat menarik kembali hak kelola Migas Aceh, karena dinilai tak mampu untuk mengelola sendiri,” ucap Syakur dihubungi portalsatu.com, Kamis, 28 April 2016, sore.

Syakur menyebut pembentukan BPMA telah melewati fase sangat lama. Selain konflik bersenjata, pembentukan lembaga ini juga telah melewati berbagai masa dan waktu.

“Jangan sampai pengorbanan harta dan darah kita sia-sia. BPMA ini harus digarap seserius mungkin,” kata Syakur.

Syakur berharap BPMA bisa menjadi jawaban atas permasalahan ekonomi dan pembangunan di Aceh.  Kata dia, BPMA mesti dapat menjadi “angin segar” baru bagi kesejahteraan rakyat Aceh ke depan.

“Semoga BPMA ini bisa menjadi modal baru untuk kesejahteraan rakyat Aceh,” ujar Syakur.[] (idg)